Olympus PEN-F : kamera klasik yang terlahir kembali

Ditengah eforia desain kamera digital yang seperti kamera klasiik, seperti dibuat oleh Fuji dan Olympus, hadirlah Olympus PEN-F yang banyak kemiripan dengan kamera Olympus buatan tahun 1960 namun dengan fitur terkini dan modern. Belum lama diluncurkan, kamera seharga USD 1200 ini meraih banyak atensi fotografer khususnya yang menyukai foto street atau sekedar menjadikan kameranya sebagai collector edition. Bagaimana kehandalan kamera ini dan apa bedanya dengan lini OM-D yang juga populer?

4953358856

Sebagai info awal, segmentasi kamera ini pada dasarnya adalah untuk segmen hobi, consumer hingga enthusiast. Bedakan dengan OM-D yang ditujukan lebih ke semi-pro, dengan pembeda utama adalah fitur weathersealing yang absen di kelas PEN-F. Berbekal sensor baru 20 MP Micro Four Thirds tanpa low pass filter, 5 axis stabilisasi yang juga bisa dipakai untuk merangkai satu foto 50 MP dengan sensor shiftnya, serta kemampuan 10 fps (max 1/8000 detik) membuat PEN-F tidak bisa dianggap sebelah mata oleh siapapun.

1233349693

Kamera berbahan campuran almunium dan magnesium ini dipenuhi aneka roda dan tombol di sekeliling bodinya, juga punya jendela bidik OLED yang jernih, serta LCD lipat putar yang sudah mendukung sentuhan. Di bagian depan ada roda untuk mengatur semacam efek kreatif termasuk foto hitam putih. Ada 4 custom mode yang disediakan di roda dial, sehingga bisa semakin banyak user setting yang bisa disimpan.

2708840194

Tersedia dua pilihan desain, yaitu kombinasi hitam silver dan full hitam semua. Dibanding OM-D seperti EM5 atau yang lain, PEN-F ini menang di megapiksel (20 MP vs 16 MP). Selain sensornya, perbedaan lain lebih ke desain fisik seperti cara melipat layar, lalu EM10 punya built-in flash, beberapa OM-D ada colokan mic dan ini tidak ada di PEN F. Tapi kami secara umum sangat menyukai PEN-F karena menyempurnakan semua PEN lama seperti EP5, EPL7 dan sebagainya yang kurang sukses penjualannya. Btw tahun peluncuran PEN-F ini adalah bertepatan dengan 80 tahun hadirnya Olympus di kancah fotografi dunia.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Review kamera mirrorless Olympus Pen E-PL5

Kali ini kami akan menyampaikan review untuk kamera Olympus E-PL5 dengan lensa kit 14-42mm f/3.5-5.6 yang dipasaran di jual di harga 7 jutaan.  Apakah kamera yang harga dan fiturnya berimbang dengan rata-rata kamera DSLR pemula ini mampu mengesankan anda? Kita simak saja ulasannya..

Kamera yang diuji kali ini termasuk kelompok mirrorless compact, cirinya ukurannya termasuk kecil (sedikit lebih besar dari kamera saku umumnya), sensor ukuran besar (aspek rasio 4:3, crop factor 2x) dan bisa menerima lensa apa saja dengan mount Micro 4/3. Bagi yang belum begitu mengenal kamera mirrorless disarankan membaca juga artikel ini. Sekedar mengenal posisi kamera ini di lini Olympus Pen, E-PL5 adalah seri Lite (menengah), dibawah E-P5 sebagai kamera Pen kasta tertinggi. Dibawah E-PL5 ini masih ada seri yang lebih mendasar yaitu Pen-Mini dengan produknya E-PM2. Sebelum E-PL5 hadir, ada produk lama seperti E-PL3 (seperti biasa, orang Jepang sering melewatkan angka 4). Peningkatan dari E-PL3 ke E-PL5 diantaranya dalam hal megapiksel, ISO maksimum, kecepatan tembak dan ada layar sentuh.

Kita mulai saja. E-PL5 punya sensor yang sama dengan kamera kelas atas OM-D E-M5 yaitu LiveMOS 16.1 MP yang mampu mencapai ISO tertinggi 25.600. Beberapa fitur unggulan lain diantaranya :

  • punya fitur peredam getar, lensa apa saja bisa jadi lebih stabil (untuk foto dan video)
  • pengaturan manual PASM lengkap dengan mode dialnya
  • kecepatan tembak hingga 8 foto per detik
  • bodi desain retro, bahan logam kokoh, dapat ekstra grip, pilihan warna hitam, putih dan silver
  • full HD stereo
  • dibekali 12 Art filter dan 6 Art effect
  • layar lipat, ukuran 3 inci, layar sentuh kapasitif, touch AF shutter
  • ada dudukan lampu kilat, plus dapat lampu kilat mini (karena tidak ada built-in flash di bodi)

Tinjuan bodi dan lensa

Pertama yang akan di ulas tentu saja adalah tampak luar dan bagaimana rasanya kamera ini saat digenggam. Dilihat dari depan saat belum dipasang lensa tentu adalah mount dan sensor yang terlihat dominan, lalu di pojok atas ada lampu kecil untuk self timer maupun lampu bantuan fokus. Dari atas bisa dilihat ada dudukan lampu kilat eksternal (atau untuk aksesori lain misal jendela bidik elektronik), roda mode dial PASM dll, tombol jepret dan tombol on-off. Masih di atas tapi agak sedikit ke belakang ditemui tombol playback, tombol delete, colokan aksesori (AP2), tombol Fn, tombol magnify dan tombol langsung rekam video.

Olympus E-PL5 with lens

Di belakang ada layar LCD lipat yang aspek rasionya 16:9 sehingga terasa sekali dominasinya, tinggal tersisa sedikit ruang di sebelah kanan untuk aneka tombol dan roda kendali. Di sisi kanan ada pintu kecil untuk colokan mikro HDMI dan mikro USB, lalu di bawah ada pintu untuk baterai dan kartu SD, serta lubang untuk memasang tripod.

Olypus E-PL5 back

Saat digenggam, kamera berbobot 300 gram ini (belum termasuk lensa) terasa mantap karena cukup berat, ada grip di depan dan ada tonjolan untuk menahan jempol di belakang. Pengoperasian dengan satu tangan masih bisa selama tidak menekan tombol playback dan delete. Saat mencoba melipat layar LCD, kami temui sudut lipatannya sangat berguna karena bisa ke bawah (untuk memotret sambil mengangkat kamera ke atas) atau layar dilipat hingga menghadap ke atas (untuk low angle hingga selfie). Satu hal yang tidak bisa kita lakukan dengan layar ini adalah melipatnya ke dalam untuk melindungi layar saat kamera tidak dipakai.

Lensa M Zuiko 14-42mm

Lensa kit yang disediakan cukup kecil, punya rentang fokal 14-42mm (setara 24-84mm) dan rentang diafragma f/3.5-5.6 serta diameter filter 37mm. Di lensa tertulis jarak fokus minimum lensa ini adalah 25cm (cukup dekat untuk foto close-up) hingga infinity. Ada ring untuk manual fokus di lensa, tapi prinsip kerjanya adalah elektronik. Ada tuas untuk mengunci lensa juga, jadi misalnya lensa posisi terkunci lalu kamera dinyalakan akan ada pesan di layar untuk me-unlock lensanya (dengan cara memutar ke fokal 14mm).

Kinerja dan pemakaian

Kamera generasi modern, layaknya sebuah komputer rata-rata punya kinerja lebih baik berkat kemajuan teknologi prosesor didalamnya. Kamera E-PL5 ini juga terasa responsif mulai dari waktu start-up, shutter lag, shot-to-shot hingga melihat-lihat hasil foto semuanya terasa cepat. Urusan kecepatan fokus di kamera Olympus juga sudah dikenal cepat walau berbasis deteksi kontras saja. Ada beberapa mode auto fokus di kamera ini, termasuk fokus kontinu, manual fokus dan fokus dengan menyentuh layar. Di tempat agak gelap, kinerja auto fokus sedikit menurun tapi masih tergolong cepat, jarang sampai terjadi mis fokus (meleset). Kamera ini dengan jitu juga bisa mengenali wajah manusia sehingga bisa fokus langsung ke area wajah. Asyiknya, dengan satu sentuhan jari kita juga bisa memilih titik fokus sekaligus mengambil foto, fitur ini dinamai Touch AF shutter.

touch-af

Kecepatan tembak maksimum 8 foto per detik terasa sangat mantap, penulisan data ke kartu memori akan lebih terasa cepat dengan kartu yang kelas 10 atau lebih cepat. Di mode dial E-PL5 ada pilihan untuk rekam video, tapi walau posisi dial bukan berada disana kita tetap bisa memulai rekam video dengan menekan tombol movie. Sayangnya dari pengujian kami, rekaman video akan berhenti dan disimpan jadi satu file bila tombol jepret ditekan untuk mengambil foto. Setelah foto diambil dan disimpan, kamera akan otomatis lanjut merekam video dengan nama file baru. Menurut kami ini tidak praktis, di kamera lain umumnya saat sedang merekam video tiba-tiba tombol jeptret ditekan, maka foto diambil tapi video tetap lanjut merekam.

Untuk mengganti setting penting seperti eksposur (ISO, shutter, diafragma), lalu ukuran file foto, WB, metering dan sebagainya harus menekan tombol OK lalu navigasi lebih lanjut dengan tombol 4 arah (atas bawah dan kiri kanan). Tidak ada satu tombol yang menampilkan quick setting di LCD seperti kamera lain (atau kamera OM-D), padahal dengan layar sentuh semestinya lebih mudah mengganti setting dengan menekan layar, cukup disayangkan. Ada tombol INFO yang bisa dipakai untuk menampilkan detail setting di layar dan menampilkan live histogram. Tombol empat arah juga punya fungsi jalan pintas seperti kompensasi eksposur, memilih titik fokus, memilih mode flash dan drive mode/self timer. Unik dan hebatnya di kamera ini, hampir setiap tombol bisa dikustomisasi melalui menu. Jadi kita bisa mengganti fungsi default dari masing-masing tombol, lalu juga roda kendali serta tombol rekam video. Kamera ini bahkan bisa menyimpan setting favorit kita.

Custom menu E-PL5

Di menu, pengaturan lanjutan (Custom menu) disembunyikan dengan tujuan tidak dirubah oleh pemakai yang masih awam, tapi dengan membukanya kita akan bertemu setting yang sangat lengkap dan terbagi sampai 10 kelompok dari A sampai J, masing-masing punya peran untuk mengatur fokus, tombol, drive mode, display, eksposur, flash, warna WB, record/erase, movie dan utility. Disinilah kita bisa mengkustomisasi kamera ini sepuas-puasnya, bahkan lebih canggih daripada kamera DSLR dengan harga yang sama. Misalnya di kamera ini bisa lebih lanjut mengatur rentang histogram (default dari 0-255), live bulb, menjaga tone hangat di Auto WB, memilih dpi output, bagaimana kamera akan menghapus file bila foto yang diambil dengan setting RAW+JPG di-delete, hingga adanya kompensasi eksposur untuk setiap mode metering.

Di kamera juga tersedia banyak pilihan pop art dan bracketing, termasuk HDR. Ada juga fitur multiple exposure untuk menggabungkan dua foto jadi satu. Bagi yang senang memotret sesuatu yang jauh juga akan terbantu dengan fitur tele converter (2x digital zoom). Sayangnya tidak ditemui fitur sweep panorama atau timelapse di kamera ini. Sedikit kekurangan lain dari kamera ini yang kami temui adalah, setelah mengakses mode HDR BKT dan menentukan settingnya, kamera hanya mengambil tiga foto yang siap untuk digabung jadi HDR di komputer, bukannya digabung otomatis di kamera seperti fitur HDR di kamera lain.

Hasil foto

Contoh foto ini diambil dengan lensa kit M.Zuiko 14-42mm f/3.5-5.6 untuk sekaligus menguji kualitas lensa dan juga kemampuan ISO tinggi dari kamera dengan sensor Four Thirds ini. Ukuran sudah di resize jadi kecil, bila ingin melihat ukuran aslinya bisa klik link ke flickr di bawahnya foto.

ISO 1600 :

ISO 1600 di E-PL5

File asli

ISO 3200 :

ISO 3200 di E-PL5

File asli

Dari kedua contoh foto diatas tampak kualitas foto masih cukup baik di ISO 1600 dan ISO 3200, dengan noise yang masih cukup wajar. Hasil 100% crop dari foto di ISO 3200 adalah seperti ini :

p1010203-crop

Untuk contoh foto berikut ini diambil dengan lensa Lumix 45-150mm OIS, karena sebagai sesama anggota Micro Four Thirds, lensa milik Panasonic ini bisa juga dipakai di kamera Olympus. Ukuran sudah di resize jadi kecil, bila ingin melihat ukuran aslinya bisa klik link flickr di bawahnya foto.

Foto diambil dengan aneka efek art filter :

Miniatur efek

File asli

Art efek

File asli

BW efek

File asli

Kesimpulan

Persaingan ketat di segmen kamera mirrorless bisa disederhanakan seperti adu kamera dengan sensor Four Thirds dan sensor APS-C (seperti Sony NEX, Fuji X, Canon EOS-M dan Samsung NX) yang juga punya bermacam produk andalan. Untuk tetap bisa kompetitif, Olympus perlu strategi cerdas dalam membuat segmentasi kameranya. Olympus E-PL5 sebagai kamera mirrorless compact berhasil memberi bukti bahwa kamera canggih dengan hasil foto baik dan kinerja tinggi tidak harus dibandrol terlalu mahal. Berada di segmen menengah, E-PL5 termasuk punya value tinggi dan sudah matang dalam hal teknologi. Bodi yang mantap dan ergonomi yang pas membuatnya cukup ringkas untuk dipakai namun tidak mudah selip dari genggaman. Penyempurnaan dari era E-PL3 cukup banyak, fakta kalau kamera ini memakai sensor milik OM-D EM-5 dan layar sentuh juga tidak bisa diabaikan. Kinerja kamera seperti auto fokus dan in body stabilizer juga tidak ada keluhan, bekerja baik sesuai ekspektasi kami. Kami juga terkesan dengan banyaknya fitur kelas atas yang dimiliki E-PL5 seperti live bulb, aneka bracketing, multi exposure, DOF preview dan bermacam art filter yang siap pakai. Selain itu, lensa kit yang dimiliki juga termasuk punya kualitas optik yang baik, sepintas yang melihat kecilnya tidak menyangka kalau hasil fotonya tajam.

Dengan segala kelebihan diatas, kami juga mencatat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti lampu kilat yang terpisah dari bodi. Walaupun dalam paket penjualan lampu kilat ini disertakan juga, tapi tetap akan lebih repot bila kita harus selalu membawanya dan memasangnya bila perlu. Belum lagi dengan memasang flash maka aksesori lain seperti jendela bidik elektronik jadi tidak bisa dipasang juga. Lalu yang namanya layar LCD jadi sorotan kritik kami karena beberapa hal, misal aspek rasio 16:9 itu tidak umum dan memakan ruang belakang kamera (sehingga tombol dan roda kendali terdesak di sisi kanan), lalu sistem layar lipat yang tidak umum (walau tetap kami apresiasi daripada tidak bisa dilipat sama sekali) dan kerapatan piksel LCD yang dibawah rata-rata (hanya 400 ribuan piksel). Dari kinerja kamera, yang kami keluhkan hanya rekaman video yang harus berhenti saat kamera dipakai untuk mengambil foto. Harapan lain yang belum ada di kamera ini sebutlah misalnya auto ISO yang biasa saja (tidak bisa dikustomisasi lebih lanjut untuk prioritas shutter speed), tidak ada timelapse dan sweep panorama, tidak ada WiFi dan tidak bisa menggabungkan otomatis tiga foto hasil HDR kamera.

Kesimpulan akhir, kamera Olympus E-PL5 plus lensa kit, dengan segala kelebihan dan fiturnya sebetulnya cukup sepadan dengan harga jualnya di kisaran 7 jutaan. Anda akan mendapat kamera berdesain keren, hasil foto bagus, kinerja tinggi dan bisa banyak kustomisasi tombol dan fitur lanjutan. Tinggal apakah anda bisa menerima hal-hal kecil yang menjadi catatan kami (seperti lampu kilat terpisah, layar LCD dengan aspek rasio yang tidak umum, issue rekam video putus saat ambil foto dan HDR yang tidak bisa digabung). Jangan lupakan juga pilihan lensa yang cukup banyak baik dari Olympus, Lumix maupun produsen lensa pihak ketiga akan jadi faktor tambahan untuk memilih sistem kamera ini.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Duo andalan baru Olympus Pen : E-P5 dan E-PL6

Belum lama ini Olympus melakukan regenerasi rutin pada dua kamera mirrorless kompak mereka yaitu di seri Olympus Pen dengan menghadirkan E-P5 dan di seri Olympus Pen Lite dengan E-PL6. Kedua kamera meski masih memakai sensor yang sama yaitu Four Thirds 16 MP namun lebih disempurnakan dalam fitur dan kinerja. Untuk E-PL5 sendiri sudah memiliki fitur Wi-Fi didalamnya. Kematangan Olympus dalam membuat kamera mirrorless semakin terlihat di kedua produk ini.

Olympus Pen E-P5

e-p5

Inilah kamera retro dengan ukuran kompak yang kinerja dan fiturnya tak kalah dengan kamera DSLR, bahkan yang kelas canggih sekalipun. Sebut saja misalnya kecepatan shutter hingga 1/8000 detik, bisa 9 fps burst dan kendali eksternal yang berlimpah. Kamera ini juga lengkap termasuk ada lampu kilat built-in hingga fitur Wi-Fi. Layar sentuhnya juga bisa dipakai untuk memilih titik AF hingga memotret.

Olympus Pen Lite E-PL6

e-pl6

Kamera seri Pen Lite merupakan versi ‘terjangkau’ dari kamera seri Pen Olympus, dengan mempertahankan desain yang tetap retro. Kini E-PL6 hadir dengan beberapa peningkatan seperti low ISO, shutter lag lebih singkat, interval timer dan time lapse. Dibanding E-P5, maka kamera ini kalah dalam hal stabilizer yang tidak sehebat E-P5 (E-P5 memakai 5 axis IS), tidak ada flash built-in dan tidak ada WiFi. Tapi layar sentuh di E-PL6 ini juga bisa dipakai untuk memilih titik AF dan memotret.

Kedua kamera ini sudah memiliki fitur Art Filter yang berlimpah khas Olympus. Selain itu berbagai pilihan lensa Micro Four Thirds dari Olympus dan Panasonic bisa dipilih untuk mendampingi kamera dengan crop factor 2x ini.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..