Pentax K-1, DSLR full frame pertama dari Pentax

DSLR full frame kini bukan cuma dominasi Canon dan Nikon, sejak Pentax resmi mengumumkan lahirnya kamera DSLR Pentax K-1. Dengan merilis kamera ini di tahun 2016 tentunya Pentax punya banyak sekali waktu untuk mempelajari plus minus DSLR full frame yang lebih dulu ada dari pemain papan atas seperti Canon dan Nikon, sehingga produk pertama dari Pentax di segmen full frame ini semestinya sudah memperhitungkan kebutuhan fotografer pro seperti fitur-fitur didalamnya atau rancangan bodinya. Dan benar saja, ternyata banyak sekali hal-hal yang mengesankan baik dari spesifikasi, fitur dan juga harga dari Pentax K-1 ini.

Dari spek dasar mungkin kita akan beranggapan kalau Pentax K-1 ini kurang lebih mirip-mirip dengan kamera lain yang sudah ada, sebutlah misalnya sensor dengan resolusi 36 MP, kemampuan ISO 100-204800, ada 33 titik fokus, ada peredam getar di bodi, punya kecepatan tembak 4,5 foto per detik dan bisa rekam video full HD. Tapi agak aneh seandainya Pentax hanya mengandalkan spek dasar lalu berharap untuk berkompetisi dengan pemain lama di dunia full frame. Apalagi sejak dulu Pentax juga dikenal kerap membuat produk yang punya value tinggi, artinya fitur yang ditawarkan dibandingkan harga jualnya melebihi ekspektasi. Contohnya disini Pentax K-1 dibandrol seharga USD 1800 bodi saja, untuk ukuran DSLR full frame di segmen semi pro harga ini sangat menarik, apalagi jika melihat fitur yang diusungnya.

Sensor full frame di dalam K-1 ini bisa bergerak ke kiri kanan, juga berputar (5 axis)
Sensor full frame di dalam K-1 ini bisa bergerak ke kiri kanan, juga berputar (5 axis)

Sensor shift di Pentax K-1 ini adalah generasi kedua yang diklaim bisa bekerja meredam getaran hingga 5 stop berkat 5 axis-nya (X-Y-pitch-yaw-roll). Pentax juga lebih jauh lagi berhasil memanfaatkan kemampuan sensornya yang bisa digeser ini untuk memberi fitur canggih seperti :

  • simulasi anti aliasing (AA) filter, sehingga dengan menggetarkan sensor bisa didapat hasil seperti pakai AA filter, hal ini membuat penggunanya bisa memilih apakah mau pakai AA filter (untuk menekan moire) atau mau hasil tajam maksimal
  • pixel shift resolution system, teknologi menggeser sensor hanya seukuran 1 piksel, untuk mendapatkan empat gambar lalu menggabungkan menjadi satu foto dengan informasi warna RGB yang lengkap (dibandingkan dengan cara biasa dimana satu piksel hanya ‘melihat’ 1 warna (R/G/B) lalu diinterpolasi) dan ini berdampak pada naiknya dynamic range juga, serta mengurangi noise di ISO tinggi
  • auto level compensation, bila saat kita posisikan kamera agak kurang lurus (yang menyebabkan garis horizon jadi tampak miring) maka sensornya akan bergerak mengkompensasi kemiringan itu untuk menjaga foto tetap lurus (setahu saya belum ada kamera lain yang bisa melakukan ini, biasanya kita harus luruskan fotonya di editing)
  • AstroTracer, dengan dibantu penerima GPS dan kompas elektromagnetik didalam kamera, sensor di Pentax K-1 bisa ikut bergerak saat memotret bintang dengan shutter lambat sehingga foto bintang yang didapat tidak menjadi garis melengkung
pentaxk1diagonal
Layar LCD bisa dilipat diagonal/miring

Juga ada hal unik di kamera ini yaitu layar LCD-nya yang bisa dilipat diagonal seperti cotoh diatas. Juga di kamera ini ada beberapa lampu LED mini yang bisa membantu penggunanya saat memotret atau ganti lensa di tempat gelap, karena lampu ini bisa menerangi bodi kamera. Untuk sementara sudah ada beberapa lensa utama seperti HD PENTAX-D FA 15-30mm f/2.8 dan HD PENTAX-D FA 28-105mm f/3.5-5.6 dan berbagai lensa APS-C juga bisa dipakai dengan crop mode, atau memakai lensa Pentax jadul jaman film juga bisa (selagi masih bisa ditemui di pasaran).

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Pentax hadirkan dua DSLR baru : K-50 dan K-500

Pentax hari ini mengumumkan kehadiran dua kamera DSLR baru yaitu K-50 dan K-500. Kedua kamera mungil ini jadi pengisi lini di kelas pemula hingga amatir, sedangkan segmen kelas menengah tetap diisi oleh produk K-5 II yang sudah diluncurkan tahun lalu. Tidak banyak perbedaan fitur dan desain antara kedua kamera baru yang bobotnya 650 gram ini, yang paling menonjol adalah K-50 diberikan fitur weather-sealed body. Simak yuk lebih lanjut mengenai kedua kamera baru ini.

k50_1855wr_white-cleaned

Pentax K-50 dan Pentax K-500 merupakan kamera DSLR bersensor 16 MP APS-C dengan sistem anti getar pada sensor. Hal menarik yang patut diapresiasi dari kedua kamera ini adalah pemakaian pentaprism pada jendela bidiknya, dengan 100% coverage dan pembesaran 0.92x (kamera lain dengan harga yang sama umumnya memakai pentamirror). Pengaturan kamera bisa dilakukan dengan dua roda kendali, satu di depan dan satu di belakang. Kedua roda ini bahkan bisa diprogram untuk difungsikan sesuai selera. Urusan auto fokus kedua kamera sama-sama memakai modul AF dengan 11 titik, dengan mode fokus bisa dipilih dari AF-S/C/MF dengan menggeser tuas di sebelah kiri.  Bicara shutter dari kedua kamera ini, untuk kinerja shutter cukup impresif dengan 1/6000 detik, sementara kecepatan tembak maksimum bisa mencapai 6 fps (untuk K-500 perlu opsional baterai, bila tidak maka maksimum adalah 5 fps yang juga sudah sangat lumayan). Di dalam lampu kilatnya sudah ada teknologi wireless flash juga, soal sync flash maksimum sedikit agak lambat yaitu 1/180 detik.

k50_white_back

Soal perbedaan antara K-50 dan K-500 selain dalam hal bodi K-50 yang tahan cuaca, juga dalam hal jenis baterainya. Pentax K-500 uniknya memakai baterai dengan jenis AA sebanyak 4 buah, yang bisa bertahan hingga 700 kali jepret (bila memakai baterai Lithium AA). Dengan baterai AA kita tak perlu kuatir bila baterai kamera habis, karena mudah mendapatkan baterai pengganti di mana saja. Selain itu dengan harga dibawah 6 juta,  K-500 bisa didapat lengkap lensa kit 18-55mm, sedangkan dengan harga segitu K-50 baru dapat kameranya saja. Untuk menjaga bentuk tetap kecil (dan harga tetap terjangkau), kedua kamera ini tidak diberikan LCD tambahan di bagian atas layaknya kamera Pentax K-5 II.

Kami tertarik dengan price to performance kedua kamera ini. Sederet fitur seperti pentaprism, anti getar di bodi, dua roda kendali dan tuas auto fokus serta bodi tahan cuaca tidak menjadikan kamera ini dijual terlampau mahal. Memang dalam kompetisi penjualan, Pentax bukan merk yang bisa meraih banyak pembeli apalagi di pasaran tanah air. Tapi dengan value yang ditawarkan dari produk mereka, setidaknya kita bisa mendapat gambaran bahwa di rentang harga yang sama (6 juta) ada kok kamera yang fiturnya setingkat lebih baik dari kamera lain pada umumnya. Tinggal apakah Pentax bisa meyakinkan calon pembeli dengan strategi marketing yang baik, dan tentunya dukungan purna jual di dalam negeri yang lebih luas.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Kamera saku canggih bersensor besar dari Ricoh GR

Pentax Ricoh baru saja meluncurkan kamera saku bersensor APS-C 16 MP dengan lensa fix, bernama Ricoh GR. Kamera yang lama dirumorkan ini akhirnya benar-benar hadir sebagai bukti konsistensi Ricoh membuat berbagai kamera berkualitas dengan lensa fix. Kamera ini akan menjadi pesaing langsung dari Nikon Coolpix A yang juga belum lama ini diumumkan. Kita akan tinjau fitur dan bentuk dari kamera seharga hampir 8 juta rupiah ini.

Fitur dan spesifikasi penting dari Ricoh GR :

  • sensor APS-C CMOS 16 MP tanpa low-pass filter
  • lensa dengan fokal 18.5mm (setara 28mm), bukaan maksimum f/2.8
  • rentang ISO 100-25,600
  • layar LCD ukuran 3 inci dengan kerapatan piksel ekstra tajam 1.2 juta titik
  • hingga 4fps continuous shooting
  • HD 1080p dengan pilihan frame rate 24, 25 atau 30fps
  • bisa menyimpan file RAW 12-bit
  • ada mode crop 35mm (resolusi turun jadi 10MP)
  • ada ND filter terpadu, 2 stop

ricoh-gr

Kelebihan dari kamera Ricoh GR adalah berpadunya kamera kecil (dan lensa yang kecil) dengan sensor besar dan kendali eksternal yang disukai fotografer. Bahkan gripnya pun terlihat begitu besar dan tentu mantap saat digenggam. Kamera ini bahkan menyediakan dual axis electronic level, sebuah fitur yang biasanya dijumpai di kamera DSLR kelas atas. Beberapa keistimewaan lain Ricoh GR :

  • fitur Interval Composite mode
  • flash hot shoe
  • banyak tombol dan tuas di sekeliling kamera
  • ada mode TAV (selain mode Av dan Tv)
  • bisa manual eksposur saat rekam video
  • respon kamera yang sangat cepat
  • bisa menyimpan 3 user setting di mode kamera
  • bisa mengatur tingkat pengurang noise di setiap nilai ISO
  • proses RAW ke JPG didalam kamera juga bisa
  • 9 blade diafragma

ricoh-gr-b

Mungkin kamera ini tidak akan meraih angka tinggi dalam penjualan, karena harganya dan juga lensa yang tidak bisa di zoom. Tapi bagi photography enthusiast, kamera seperti ini layak dimiliki sebagai kamera cadangan atau kamera jalan-jalan.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Inilah jajaran kamera saku underwater terbaru di 2013

Kamera saku untuk kebutuhan outdoor yang didesain tangguh dan tahan air pilihannya memang tidak terlalu banyak. Tiap merk paling hanya punya satu atau dua versi dan harganya juga lebih mahal. Tapi buat yang senang berpetualang, kamera saku tangguh lebih menarik untuk dipunyai karena tak perlu kuatir kameranya rusak kalau dipakai dalam kondisi ekstrim, hingga masuk ke air sekalipun. Di awal tahun ini berikut pilihan kamera outdoor waterproof yang bisa kami rangkum untuk anda.

Pentax WG-3 : bodi kekar, bukaan lensa besar

pentax-wg-3

Pentax WG-3 memakai sensor 16 MP dengan stabilizer, lensa 25-100mm f/2-4.9 yang membuatnya percaya diri dipakai di kondisi kurang cahaya. Kamera ini bisa dibilang tahan segalanya, seperti air (hingga 13 meter), debu dan suhu -10 derajat, bahkan saat dijatuhkan dari ketinggian 2 meter pun masih tidak apa-apa. Lupa menduduki kamera ini saat disimpan di saku belakang celana anda? Tak usah kuatir, kamera ini tahan tekanan dan tidak akan retak hanya karena kedudukan.

Untuk menebus semua kehebatannya, siapkan dana 3,5 jutaan rupiah. Versi lain ada WG-3 GPS yang sesuai namanya, sudah dibekali penerima GPS untuk geotagging.

Nikon Coolpix AW110 : siap menyelam sampai dalam

nikon-aw110

Nikon Coolpix AW110 punya sensor CMOS 16 MP dengan layar OLED dan lensa 28-140mm plus stabilizer VR. Selain dilengkapi GPS dan WiFi (yang mana sebuah penambahan fitur yang berguna) kamera ini juga mampu diajak menyelam sampai kedalamam 18 meter, dan tentu tahan jatuh hingga 2 meter, suhu dingin -10 derajat dan tahan debu.

Sama seperti Pentax diatas, harga Nikon ini juga di kisaran 3,5 jutaan. Bila ingin Nikon underwater yang terjangkau juga ada pilihan Nikon S31 seharga 1 jutaan yang cuma bisa menyelam hingga 4,5 meter saja.

Olympus Stylus Tough TG-830 iHS : harga dan kemampuan yang berimbang

olympus-tg-830-ihs

Untuk pilihan yang lebih terjangkau namun tak kalah mantapnya, ada Olympus Stylus Tough TG-830 iHS yang punya sensor 16 MP dengan stabilizer dan lensa 28-140mm. Kemampuan outdoornya diantaranya bisa dibawa menyelam hingga 10 meter, tahan jatuh dari ketinggian 2 meter, tahan suhu hingga -10 derajat dan tahan debu. Fitur bawaan diantaranya built-in GPS untuk geotagging. Harganya sekitar 2,8 jutaan. Untuk versi lebih terjangkau ada juga Stylus Tough TG-630 iHS 12 MP tanpa GPS, harga 2 jutaan.

Sony Cyber-shot DSC-TX30 dan TF1 : kamera-kamera outdoor yang stylish

sony-dsc-tx30

Sony Cyber-shot DSC-TX30 adalah kamera tahan air hingga 10 meter yang tertipis di dunia. Lensa Zeissnya bisa menjangkau dari 26-130mm dengan sensor 18 MP plus OIS. Layar OLED di belakang sangat lebar dan dioperasikan dengan sistem sentuh, entah apakah sistem ini efektif bila kita memakai sarung tangan. Fitur lainnya, kamera ini tahan jatuh dari ketinggian 1,5 meter dan tahan suhu dingin hingga -10 derajat.

sony-dsc-tf1

Sedangkan Cyber-shot TF1 dibuat untuk yang tidak perlu layar sentuh, namun tetap memiliki fitur khas kamera outdoor seperti tahan air hingga 10 meter. Sensor kamera ini pakai CCD 16 MP plus OIS, agak unik saat melihat kamera era sekarang yang masih pakai sensor CCD, maka tak heran kalau videonya hanya sampai HD 720p saja.

Harganya kedua kamera ini sekitar 2 jutaan rupiah.

Fujifilm Finepix XP60 : harga paling terjangkau

fuji-xp60

Fujifilm juga punya produk outdoor yaitu Finepix XP60, dengan sensor CMOS 16 MP plus stabilizer, lensa 28-140mm yang bukaannya relatif kecil. Ketangguhannya agak pas-pasan yaitu hanya bisa menyelam hingga 6 meter, lalu tahan jatuh dari ketinggian 1,5 meter. Kabar baiknya, kamera ini bisa memotret sampai 10 foto per detik untuk momen tak terduga.

Estimasi harga jualnya dibawah 2 juta.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Pentax Q, kamera mirrorless yang serba kecil

Apakah anda merasa kamera mirrorless yang ada saat ini masih kurang kecil? Bila jawabannya adalah iya, maka sambutlah kejutan dari Pentax yang meluncurkan Pentax Q, sebuah sistem kamera lengkap dengan berbagai pilihan lensa, dengan ukuran dan sensor kecil. Alih-alih mengikuti tren dengan memakai sensor seukuran DSLR, Pentax Q justru mengadopsi ukuran sensor kamera saku yaitu 1/2.3 inci yang tergolong sangat kecil. Keputusan ini demi memungkinkan dibuatnya berbagai lensa yang kecil dan (semestinya) terjangkau.

pentaxq

Pentax Q merupakan kamera berukuran mungil, berdesain retro klasik, dengan mount lensa Q (crop factor 5,5x !!) dan sudah sarat dengan fitur modern. Sebagai perkenalan, ditawarkan paket penjualan dengan lensa kit fix 8.5mm f/1.9 (setara dengan 47mm) seharga 8 jutaan rupiah. Sebagai sensor dipilihlah keping CMOS beresolusi 12 MP berteknologi back illuminated, meski sayang sekali ukurannya sangat kecil. Namun dengan lensa kit bukaan besar, Pentax berharap pemakai kamera Q ini tidak mencoba memakai ISO tinggi, meski kamera ini bisa mencapai ISO 6400.

Beberap pilihan lensa Q lainnya adalah :

  • Standard zoom 27.5 – 83.0 mm (equiv). satu-satunya lensa zoom yang ada saat ini
  • Fisheye (160 derajat)
  • Toy lens wide 35 mm (equiv.)
  • Toy lens telephoto 100 mm (equiv.)

Note : Toy lens maksudnya bukan lensa mainan tapi menghasilkan efek seperti toy camera.

Kamera Pentax Q sendiri punya kemampuan berimbang dengan pesaing seperti bodi berbalut magnesium alloy, stabilizer pada sensor, fitur fotografi lengkap termasuk manual mode dan RAW, 5 fps burst, HDR mode, HD movie 1080p 30fps, flash hot shoe dan LCD 3 inci. Tidak ada jendela bidik optik atau elektronik pada bodinya, tapi anda bisa membeli eksternal viewfinder optik seharga 2 jutaan.

Lalu apakah hadirnya Pentax Q ini akan mampu meraih penjualan yang baik? Tak dipungkiri dengan harga jualnya saat ini masih ada beberapa kamera DSLR atau banyak kamera lain yang harganya lebih murah. Soal kualitas hasil foto pun memang akan menjadi tanda tanya sendiri karena dipakainya sensor kecil di kamera ini. Namun apapun itu, upaya Pentax ini perlu dihargai sebagai pendorong tren baru kamera kecil dengan lensa yang bisa dilepas. Ini akan menjadi tekanan buat menggeser dominasi kamera DSLR konvensional (dengan cermin dan pentaprisma, memakai lensa besar dan berat). Saat ini tercatat hanya Canon dan Nikon, dua papan atas produsen kamera konvensional  yang masih belum mau membuat kamera mungil dengan lensa yang bisa dilepas, takut bersaing mungkin?

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Perbedaan prinsip kerja motor AF pada kamera DSLR

Seringkali kita kebingungan saat akan membeli kamera DSLR apalagi bila ini adalah kamera DSLR pertama kita. Berbagai artikel sudah dibaca, namun malah semakin bingung karena tiap kamera seolah adalah kamera yang terbaik. Belum lagi berbagai istilah dan spesifikasi teknis yang membingungkan membuat kita malah akhirnya tidak tahu bagaimana cara memilih kamera yang paling mudah. Disamping mengenali fitur dan keunggulan bermacam kamera, sebenarnya kita juga perlu mengenal perbedaan mendasar mengenai prinsip kerja sistem motor auto fokus sehingga bisa membantu kita untuk membuat keputusan.

Sebagai pembuka, kamera DSLR masa kini yang umum kita jumpai memiliki kesamaan diantaranya memakai sensor CMOS berukuran APS-C, resolusi antara 12-18 MP, sudah bisa merekam video dan dilengkapi dengan lensa kit. Soal kualitas hasil foto justru tidak perlu menjadi beban karena semua kamera DSLR sudah mampu memberi hasil foto yang sangat baik, noise rendah dan kinerja yang cepat. Lalu apa yang menjadi perbedaan prinsip dari beragam merk DSLR yang ada? Auto fokus dan kompatibilitas lensalah jawabannya.

Salah satu kenyamanan dalam memakai kamera DSLR adalah kecepatan dan akurasi auto fokusnya. Kerja auto fokus di kamera sebenarnya sama, yaitu adanya elemen optik yang berputar di dalam lensa untuk mencari fokus terbaik. Putaran pada elemen optik ini dimungkinkan berkat adanya motor fokus yang berukuran kecil. Masalahnya, dengan banyak dan beragamnya lensa DSLR yang ada di dunia ini, produsen terbagi dalam dua metoda dalam mendesain motor yaitu :

  • motor fokus di lensa
  • motor fokus di kamera

Bisa dibilang motor fokus di lensa adalah tren dan standar saat ini dan seterusnya. Adanya motor fokus di lensa membuat kamera DSLR tidak perlu memiliki motor fokus tersendiri, sehingga ukuran kamera bisa dibuat lebih kecil. Resikonya, ukuran lensa yang akan menjadi agak lebih besar karena perlu ruang untuk menyimpan motor. Motor di lensa dikendalikan dan ditenagai oleh baterai yang ada di kamera melalui pin kontak yang menghubungkan kamera dan lensa.

Sebaliknya, motor fokus di bodi kamera adalah warisan masa lalu, dipertahankan demi kompatibilitas lensa lama dengan kamera baru. Motor fokus di kamera terhubung ke lensa melalui semacam ‘obeng’ kecil yang menonjol di mount lensa dan ‘obeng’ ini bisa berputar menggerakkan elemen fokus di lensa (khususnya lensa lawas). Auto fokus semacam ini menghasilkan suara yang agak kasar dan kecepatan fokusnya juga kalah dibanding dengan motor di lensa.

Auto fokus DSLR Canon

Canon sejak meluncurkan sistem EOS di tahun 1987 memutuskan untuk menempatkan motor fokus pada lensa. Untuk itu semua DSLR Canon EOS tidak memiliki motor fokus di dalam bodinya. Canon mendesain dua jenis motor untuk setiap lensa Canon, yaitu motor biasa dan motor USM. Motor USM (Ultra Sonic Motor) hadir dengan teknologi tinggi yang lebih mahal, lebih cepat dan lebih halus. Maka itu lensa Canon USM lebih disukai karena kecepatan auto fokusnya. Perhatikan kalau lensa kit Canon umumnya tidak memakai motor USM sehingga pemilik DSLR Canon dengan lensa kit biasanya tergoda untuk mengganti lensanya di kemudian hari guna bisa merasakan kecepatan fokus sesungguhnya dari DSLR. Contoh lensa EF-S 18-135mm IS belum memiliki motor USM, namun lensa EF-S 17-85mm IS sudah dilengkapi dengan motor USM (contoh gambar di bawah).

canon-eos-50d17-85mm

Jadi berita baiknya adalah, kamera DSLR Canon EOS apapun akan bisa auto fokus dengan lensa EOS apapun, hanya kecepatan dan kinerja fokus terbaik didapat pada lensa USM yang relatif mahal.

Auto fokus DSLR Nikon

Nikon memiliki sejarah panjang dalam mempertahankan Nikon F-mount sejak 50 tahun silam. Artinya lensa Nikon apapun bisa dipasang di kamera DSLR Nikon, meski kompatibilitas auto fokus akan jadi masalah utama disini. Prinsip kerja auto fokus kamera SLR Nikon film sejak tahun 1986 memakai motor AF di bodi, sehingga lensa Nikon AF sudah didesain untuk bisa melakukan auto fokus bila diputar oleh motor fokus pada kamera. Barulah pada tahun 1998 Nikon membuat lensa dengan motor SWM (Silent Wave Motor) yang lensanya kemudian diberi kode AF-S. Bila lensa AF-S dipasang di kamera yang punya motor fokus, maka yang dipakai adalah motor di lensa. Transisi ini membuat Nikon memutuskan melakukan efisiensi desain sejak tahun 2006 saat meluncurkan Nikon D40, yaitu menidakan motor fokus di kamera. Sejak itu, kamera DSLR kelas entry-level dari Nikon tidak memiliki motor fokus. Kamera itu adalah : D40, D40x, D60, D3000, D3100 dan D5000. Kamera-kamera itu bekerja normal dengan lensa AF-S, namun bila dipasang lensa AF (tanpa motor) maka kamera tersebut hanya bisa manual fokus saja.

afmount

Kabar baiknya, Nikon menerapkan teknologi SWM pada seluruh lensa AF-S nya. Artinya, tidak seperti Canon yang hanya memberi motor USM pada lensa-lensa mahal saja, semua lensa Nikon AF-S bisa merasakan kecepatan auto fokus berteknologi modern yang cepat dan halus. Namun tentu saja, semakin murah lensanya maka semakin sederhana teknologi SWM yang diterapkan oleh Nikon. Maka itu pemilik DSLR Nikon dengan lensa kit (apalagi lensa kit D90/D7000 yaitu AF-S 18-105mm VR) bisa merasakan lensa AF-S dengan fokus cepat dan halus, namun kabar burukya pemilik DSLR Nikon entry level tidak bisa melakukan auto fokus bila memakai lensa Nikon AF yang dibuat sebelum tahun 1998.

Auto fokus DSLR Sony

Sony menjadi pemain yang sangat diperhitungkan sejak mengakuisisi Konica Minolta pada 2006 silam, dan tetap mempertahankan Minolta AF mount (sejak 1985) sebagai mount standar untuk DSLR Sony Alpha. Seperti halnya Nikon, Minolta telah terlanjur memakai auto fokus dengan motor di kamera. Maka itu auto fokus untuk semua lensa Minolta AF akan digerakkan oleh motor di kamera Sony. Sony sendiri ahirnya di tahun 2009 melakukan langkah serupa Nikon yaitu membuat lensa dengan motor fokus yang dinamai SAM (Smooth Autofocus Motor) seperti lensa kit DT 18-55mm f/3.5-5.6 SAM. Namun Sony sadar akan koleksi lensa SAM yang masih sedikit sehingga tidak begitu saja menghilangkan motor fokus di bodi kamera, sehingga kamera Sony Alpha tipe apapun tetap memiliki motor AF di dalamnya (dengan tanda ada tonjolan ‘obeng’ di bagian bawah mount seperti gambar di bawah). Kamera Sony Alpha tipe lama perlu melakukan upgrade firmware untuk bisa melakukan auto fokus memakai lensa SAM.

sony-mount

Catatan tambahan, Sony menjadi satu-satunya produsen DSLR yang inovatif dalam mencari terobosan auto fokus yang cepat saat live view dan saat merekam video. Maka itu beberapa kamera Sony Alpha didesain memiliki dua sensor untuk auto fokus cepat saat live view, dan memiliki cermin transparan untuk merekam video dengan auto fokus cepat seperti Sony A33 dan A55.

Auto fokus DSLR Pentax

Pentax dan Nikon memiliki kesamaan dalam sejarah fotografi yang panjang, meski Pentax kalah dalam jumlah koleksi lensanya. Namun lensa Pentax yang jumlahnya sedikit ini umumnya memiliki kualitas yang sangat baik dan cocok untuk outdoor. Pentax dengan K-mount sejak tahun 1975 berupaya mendesain sistem auto fokus yang berulang kali mengalami revisi hingga versi K-AF2 barulah dianggap versi standar auto fokus lensa Pentax yang digerakkan oleh motor di kamera. Maka itu seperti Nikon dan Sony, Pentax pun memiliki ‘obeng’ di bagian mount-nya.

pentax-17-70mm-f4-sdm

Seperti halnya Sony, Pentax akhirnya ikut terjun mendesain lensa dengan motor fokus bertenaga gelombang dengan meluncurkan lensa SDM (Silent Drive Motor) yang kerjanya lebih cepat dan lebih halus. Hanya ada sedikit lensa Pentax dengan tipe SDM, sehingga Pentax tetap mempertahankan motor fokus di kamera untuk seluruh kamera DSLRnya. Kamera Pentax sejak K100D dan K10D (dengan update firmware) bisa mengenali lensa SDM dan memutar motor fokus di lensa SDM tersebut. Lensa SDM sendiri tetap didesain untuk bisa kompatibel dengan motor fokus di bodi, kecuali lensa DA 17-70mm and DA* 55mm f/1.4.

Kesimpulan

Canon EOS menjadi satu-satunya pemain DSLR yang tidak memiliki motor fokus di bodi. Semua lensa Canon sudah memiliki motor AF sejak 1987 namun hanya sebagian yang memiliki motor USM. Di lain pihak, Nikon-Sony-Pentax masih mempertahankan adanya motor fokus di kamera guna bisa auto fokus dengan lensa lama. Nikon memutuskan menghilangkan motor fokus di kamera entry-level, namun dikompensasi dengan banyaknya pilihan lensa AF-S. Semua lensa AF-S Nikon sudah memakai motor SWM. Sony dan Pentax lebih bermain aman dengan membiarkan semua kameranya tetap memiliki motor fokus di bodi, sambil perlahan memperbanyak pilihan lensa dengan motor SAM (Sony) atau SDM (Pentax). Mengingat di masa depan semua lensa semestinya akan punya motor fokus, maka kamera masa depan rasanya tidak lagi perlu punya motor fokus. Mungkin Nikon (disusul Sony dan Pentax) perlahan akan mengikuti jejak Canon dengan mengandalkan auto fokus hanya pada lensa. Hal yang sama sudah berlaku di kubu kamera mirrorless seperti format micro Four Thirds (Olympus dan Panasonic), Samsung NX, Sony NEX yang semuanya mengandalkan motor AF di lensa.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

DSLR buyer’s guide 2010

Tahun 2010 menjadi tahun banjir kamera DSLR baru yang semakin canggih dan sarat fitur. Tren yang berkembang saat ini, DSLR modern sudah dilengkapi dengan fitur movie, ISO yang lebih tinggi dan prosesor kamera yang lebih baik. Semua merk DSLR sudah meluncurkan produk unggulannya di tahun 2010 ini, simak seperti apa kehebatan masing-masing produk dan rekomendasi kami terhadap produk tersebut.

>>> CANON

Canon adalah produsen peralatan foto, audio dan video yang konsisten dalam membuat produk baru dan kuat dalam urusan marketing. Sebagai hasilnya, Canon berhasil membangun ‘brand image’ yang kuat apalagi disaat dunia fotografi semakin berkonvergensi dengan dunia video seperti sekarang. Di dunia DSLR, Canon dengan format EOS masih menjadi merk dengan jajaran produk kamera dan lensa terlengkap saat ini. Di tahun 2010 Canon meluncurkan dua DSLR yang penting yaitu :

EOS 60D : kamera modern untuk kelas menengah

EOS 60D bila dilihat dari namanya merupakan kamera yang seharusnya mewarisi segala kebaikan yang ada di 50D sebagai kamera semi-pro. Namun Canon membuat bingung fansnya saat 60D justru dalam beberapa hal fiturnya justru dibawah 50D. Tapi terlepas dari namanya, EOS 60D adalah kamera yang sangat baik dan dilengkapi berbagai fitur modern, ditujukan bagi mereka yang serius menekuni hobi fotografi. EOS 60D kadang dinobatkan sebagai Super Rebel karena fiturnya diatas 550D namun dibawah 50D apalagi 7D.

60d-depan

Fitur EOS 60D diantaranya :

  • sensor CMOS 18 MP, APS-C
  • 9 titik AF
  • pentaprisma
  • max speed 1/8000 detik
  • burst 5.3 fps
  • HD movie 1080p

Dengan harga jual 10 jutaan body only, EOS 60D kami rekomendasikan untuk anda yang mengejar resolusi tertinggi yang pernah dibuat di keping sensor APS-C sekaligus kinerja tinggi dari sebuah kamera DSLR. Anda yang menyukai kamera dengan layar lipat juga akan menyukai LCD lipat di 60D yang beresolusi 1 juta piksel ini.

EOS 550D : kamera pemula yang semakin baik

EOS 550D adalah kamera Rebel (kelas pemula) yang terbaik dan tercanggih dari Canon, yang sedikit menyempurnakan pendahulunya EOS 500D. Meski seri Rebel terus disempurnakan, generasi ini masih memiliki kesamaan bentuk dan fitur seperti bodi yang kecil berbahan plastik, memakai pentamirror dan kecepatan burst yang terbatas.

canon-eos-550d

Dengan harga 7,5 juta termasuk lensa kit 18-55mm IS, inilah fitur yang akan anda dapatkan :

  • sensor CMOS 18 MP, APS-C
  • 9 titik AF
  • ISO 12800
  • burst 3.7 fps
  • HD movie 1080p

Kami rekomendasikan EOS 550D ini untuk fotografer pemula, atau anda yang perlu kamera dengan sensor resolusi ekstra tinggi namun tidak mengejar kinerja yang serba cepat layaknya EOS 60D. Namun jangan salah, meski kamera ini untuk pemula namun fiturnya sudah hampir menyamai kamera yang kelasnya ada diatasnya.

>>> NIKON

Nikon merupakan legenda fotografi yang terus menghasilkan produk yang berkualitas dan menjadi pesaing dari Canon sejak dulu. Nikon dikenal akan kualitas optik pada semua lensanya, juga mampu membuat kamera dengan bentuk dan ergonomi yang mantap. Di dunia DSLR Nikon juga dikagumi akan kehandalan metering dan auto fokusnya. Mount lensa Nikon F yang tetap dipertahankan sejak 50 tahun lalu membuat semua kamera DSLR Nikon terbaru tetap bisa dipasangi lensa Nikon apa saja (meski belum tentu semuanya bisa auto fokus). Di tahun 2010 Nikon membuat dua gebrakan penting dengan meluncurkan D7000 dan D3100 :

D7000 : DSLR Nikon semi-pro terbaik dalam sejarah

Nikon D7000 boleh dibilang adalah produk DSLR kelas semi-pro terbaik yang pernah dibuat oleh Nikon. Melanjutkan sukses D90, kini Nikon meramu D7000 dengan memadukan sebagian fitur D90 dan sebagian fitur dari D300 yang tergolong kamera profesional. Jadilah D7000 ini kamera yang bakal meraih popularitas seperti D90 di tahun lalu.

d7000_18_105

Beberapa fitur dari kamera seharga 12 juta (body only) atau 15 juta kit 18-105mm VR diantarnya :

  • sensor CMOS 16 MP, APS-C
  • 39 titik AF
  • pentaprisma
  • 2016 titik metering
  • burst 5.3 fps
  • HD movie 1080p
  • wireless flash

Kami merekomendasikan D7000 untuk anda yang awalnya berencana membeli DSLR Nikon kelas menengah D90 atau bahkan kelas pro seperti D300. Anda yang punya koleksi lensa Nikon lama juga akan tetap bisa merasakan kemudahan dengan adanya dukungan lensa lama di D7000 ini.

D3100 : akan mengulang sukses D40 sebagai DSLR pemula populer

Nikon D3100 adalah DSLR pemula paling mengesankan yang pernah dibuat oleh Nikon, dengan merubah banyak hal yang ada pada pendahulunya D3000. Selain merubah sensor dari CCD 10 MP ke CMOS 14 MP, D3100 juga akhirnya membenamkan fitur full HD movie yang mampu auto fokus saat merekam video. Namun sebagaimana layaknya DSLR pemula Nikon lain, D3100 juga tidak dilengkapi dengan motor fokus sehingga terpaksa tidak bisa auto fokus bila dipasangi lensa Nikon lawas.

d3100_tb1

Nikon D3100 memiliki fitur unggulan seperti :

  • sensor CMOS 14 MP, APS-C
  • 11 titik AF
  • ISO 12800
  • burst 3 fps
  • HD movie 1080p

Kami merekomendasikan Nikon D3100 untuk para pemula yang sedang memulai hobi fotografi, atau anda yang belum pernah memiliki lensa Nikon lawas, atau anda yang mencari kamera DSLR yang bisa merekam full HD movie dengan harga terjangkau. D3100 dijual seharga 6,5 juta dengan lensa kit 18-55mm VR.

>>> SONY

Sony adalah nama baru di dunia DSLR yang serius menantang pemain lama dengan modal kehebatan mereka dalam manufaktur mikrochip dan kematangan pengalaman dalam dunia audio video. Dengan modal kuat, Sony terus menekan pasar dan berharap bisa masuk 3 besar di tahun mendatang. Tak heran karena Sony sebetulnya mengakuisisi Konica Minolta yang berpengalaman dalam dunia SLR film. Tak seperti Nikon dan Canon, Sony membenamkan fitur stabilizer di bodi, artinya semua lensa Alpha mount yang dipasang bisa mendapat manfaat dari stabilizer ini. Bahkan Sony menjadi produsen pertama dan  satu-satunya yang mampu membuat sistem stabilizer pada sensor full frame saat tahun lalu meluncurkan A850/A900. Di 2010 Sony seperti biasa meluncurkan produk secara berpasangan, yaitu A55/A33 dan A580/A560 :

Alpha A55/A33 : cepat berkat inovasi cermin semi-transparan

Inilah DSLR modern sesungguhnya yang dengan cerdas mengatasi dilema adanya cermin dalam DSLR. Daripada mengikuti desain konvensional yang cerminnya naik turun, A55/A33 memakai cermin fix yang semi transparan, sehingga auto fokus bisa tetap memakai phase detect saat mode live-view bahkan saat merekam video. Keuntungan lain adalah dimungkinkannya memakai kecepatan burst tinggi tanpa harus mendesain mekanik cermin yang rumit. Sebagai catatan, kamera semacam ini tidak lagi memiliki jendela bidik optik. Sebagai gantinya ada jendela bidik elektronik dengan LCD.

sony-a55v

Berikut fitur dari A55/A33 :

  • Translucent mirror
  • 16 MP (A55) dan 14 MP (A33), APS-C
  • ISO 12800
  • 15 titik AF
  • memakai EVF (ElectronicView Finder) 1.44 juta piksel
  • HD video 1080i 60fps AF
  • layar LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • 10 fps

Kami rekomendasikan A55/A33 untuk anda yang suka mencoba hal-hal baru dalam fotografi, atau yang menghendaki kinerja cepat dari kamera yang relatif murah. Kapan lagi ada DSLR seharga kurang dari 8 juta yang bisa memotret burst 10 fps?

Alpha A580/A560 : live-view cepat dengan sensor terpisah

Alpha A580 dan A560 adalah penerus Alpha A550/A500 yang sukses dengan sistem live-view memakai sensor terpisah. Keuntungannya, kita bisa merasakan live-view dengan metoda phase detect yang cepat, cukup dengan menggeser tuas modus live-view. Meski A580/A560 bisa dikategorikan kamera DSLR kelas menengah, namun ditinjau dari segi harga keduanya masih tergolong kelas pemula.

sony_a580

Berikut fitur dari A580/A560 :

  • 16 MP (A580) dan 14 MP (A560), APS-C
  • ISO 12800
  • 15 titik AF
  • live-view dengan sensor terpisah
  • HD video 1080i 60fps
  • layar LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • 7 fps

Di tahun lalu Sony sudah meluncurkan berbagai DSLR murah seperti seri A200, A300 hingga A400 namun dengan harga jual A560 yang ada di kisaran 7 jutaan, rasanya A560 sudah menjadi pilihan terbaik untuk pemula hingga menengah. Kami rekomendasikan A580/A560 bagi mereka pecinta Sony yang tidak menyukai jendela bidik elektronik pada A55/A33, atau bagi siapapun yang mencari kamera DSLR Sony terbaik di kelas pemula.

>>> PENTAX

Pentax merupakan pemain lama yang cukup kedodoran dalam mengejar kompetisi di kancah DSLR meski kerap membuat kejutan dengan produknya yang bisa mencuri perhatian para fotografer. Pentax dikenal memiliki jajaran lensa prime yang unik dan berkualitas tinggi. Semua kamera DSLR Pentax memiliki stabilizer di bodi, artinya semua lensa yang dipasang bisa mendapat manfaat dari stabilizer ini.  Satu produk Pentax yang cukup populer di tahun lalu adalah Pentax K-x, kamera DSLR pemula pertama yang dilengkapi dengan fitur video HD. Kini Pentax menjajal peruntungannya bersaing di tengah ketatnya kompetisi DSLR dengan dua produk unggulan yaitu Pentax K-5 dan K-r :

K-5 : kamera flagship dari Pentax

Laksana sebuah tank, Pentax K-5 sebagai DSLR tercanggih dari Pentax, sanggup meladeni pemakainya di segala kondisi. Bodinya kokoh, dilengkapi seal kedap air untuk pemakaian di kala hujan dan lembab. Pentax K-5 merupakan penerus dari K-7 dan kini memiliki kecepatan burst luar biasa dengan 7 fps.

pentax_k5_18-135

Fitur K-5 diantaranya :

  • sensor CMOS 16 MP, APS-C
  • 11 titik AF
  • 77 segmen metering
  • pentaprisma
  • burst 7 fps
  • HD movie 1080p 25fps

Inilah DSLR Pentax dengan resolusi tertinggi yaitu 16 MP dan juga tercepat yaitu 7 fps. Bila anda mencari kamera terbaik yang pernah diproduksi oleh Pentax, jangan ragu memilih K-5 ini. Harga jualnya cukup fantastis dan setara dengan EOS 7D di kisaran 15 juta body only, sepadan dengan bodi kokohnya dan fitur terbaiknya.

K-r : kamera pemula yang semakin cepat

Pentax K-r ditujukan untuk meneruskan sukses Pentax K-x (dan sebelumnya K-m) sebagai DSLR pemula. Meski masih memakai sensor beresolusi yang sama seperti K-x yaitu 12 MP, kini Pentax K-r sudah mengatasi kendala di K-x yang tidak bisa menampilkan lampu indikator titik fokus di jendela bidik. Peningkatan besar yang digaungkan Pentax pada K-r adalah kecepatan burst yang luar biasa, yaitu 6 fps dan menurut catatan kami inilah burst tertinggi di kelas DSLR pemula (yang umumnya hanya 3 fps). Selain itu inilah DSLR pemula yang bisa memotret dengan shutter ekstra cepat 1/6000 detik, mendekati kemampuan DSLR menengah yang bisa 1/8000 detik.

pentax-k-r

Berikut spesifikasi Pentax K-r :

  • sensor CMOS, 12 MP
  • cepat dengan 6 fps
  • HD movie 720p 24 fps
  • 11 titik AF (bisa menyala)
  • 16 segmen metering
  • in camera HDR

Kami rekomendasikan Pentax K-r bagi siapa saja yang mencari kamera lengkap, cepat dan terjangkau. Jangan ragu soal kualitas kamera Pentax dan lensanya, meski di tanah air peminatnya tidak terlalu banyak. Harga jualnya relatif sama seperti DSLR pemula merk Canon maupun Nikon di kisaran 7 jutaan lengkap dengan lensa kit 18-55mm.

>>> OLYMPUS

Olympus adalah produsen yang menggagas konsep DSLR yang murni bukan dari modifikasi kamera SLR film, untuk itu mereka membuat konsep Four Thirds dengan crop factor 2x. Format ini sendiri kini dikabarkan semakin tidak jelas sejak Olympus juga mengurusi format micro Four Thirds. Olympus memiliki jajaran lensa Zuiko yang lengkap namun agak mahal apalagi untuk lensa widenya. Di tahun ini Olympus hanya memproduksi satu DSLR yaitu E-5.

E-5 : kamera profesional yang agak terlambat hadir

Sebagai kamera kelas pro, E-5 masih mempertahankan semua hal baik yang ada di E-3 terutama ketangguhan bodi berbahan magnesium alloy yang kokoh plus weathersealed. Kamera yang shutternya mampu dipakai hingga 150 ribu kali jepret ini diklaim memiliki kecepatan auto fokus tercepat di dunia meski ‘hanya’ didukung oleh modul AF yang memiliki 11 titik (semuanya cross type). Inilah kamera tercanggih dengan sensor Four Thirds (crop factor 2x) yang ditunggu-tunggu pecinta Olympus, sayang kehadirannya agak terlambat karena pesaing sudah lebih dulu memperkenalkan produk mereka.

oly-e-5

Berikut spesifikasi lengkapnya :

  • 12.3 MP Live MOS sensor (4/3 crop factor 2x)
  • Sensor-shift Image Stabilizer (IS)
  • LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • pentaprisma
  • 11 titik AF
  • ISO 6400
  • HD movie 720p, 30fps
  • wireless flash

Sebagai pendamping E-5, tersedia lensa Zuiko Digital 12-60mm f/2.8-4.0 SWD.

Itulah daftar DSLR yang dibuat di tahun 2010 ini, berikut rekomendasi kami. Semua kamera sama baiknya, anda tidak perlu menanyakan mana yang lebih bagus. Anda cukup menentukan fitur apa yang anda butuhkan, berapa dana yang anda sediakan dan kebutuhan lensa ke depan akan lebih ke jenis lensa apa.

Berikut tabel perbandingan yang kami susun sebagai rangkuman artikel di atas, kalau hurufnya terlalu kecil tabel dibawah ini bisa diklik untuk melihat dalam ukuran aslinya.

clipboard-1

Bila anda suka artikel ini dan hendak membantu kami dalam operasional pemeliharaan website (biaya internet, hosting, domain dsb) pertimbangkan membeli produk fotografi melalui kami yang telah didukung oleh sponsor situs ini, yaitu Tokocamzone. Dengan membeli melalui kami, anda sudah ikut membantu kami untuk terus membantu pembaca lainnya dengan membuat artikel bermutu.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Panduan memilih lensa DSLR

Ada banyak jenis dan macam lensa kamera DSLR. Selain berbeda jenis atau tipenya, perbedaan harga pun amat mencolok, mulai dari kurang dari satu juta hingga ratusan juta rupiah. Hal ini bisa membuat bingung mereka yang berencana membeli kamera DSLR atau menambah koleksi lensanya. Bila di artikel lalu kami sudah sajika cara menilai kualitas lensa DSLR, kini kami hadirkan panduan dalam memilih lensa DSLR. Selamat membaca..

Panduan yang kami susun kali ini bersifat umum dan simpel, tidak seperti panduan sebelumnya yang khusus membahas lensa Canon dan Nikon saja. Di artikel kali ini kami golongkan lensa DSLR dalam berbagai kelompok utama, yaitu berdasarkan diameternya, berdasarkan jenisnya dan berdasarkan bukaan diafragmanya.

Diameter Lensa

Pertama, berdasarkan diameter lensa, kini dikenal dua golongan umum yaitu :

  • lensa full-frame (35mm)
  • lensa crop sensor

Untuk lensa full-frame, diameter optiknya lebih besar daripada lensa crop sensor. Hal ini karena lensa full-frame didesain untuk bisa dipakai di DSLR full-frame dan SLR film 35mm. Di pasaran, kita perlu mengenali kode yang menunjukkan lensa full-frame, misalnya EF untuk Canon, FX untuk Nikon, DG untuk Sigma dsb.

Sedangkan lensa crop sensor berukuran lebih kecil, didesain untuk DSLR dengan sensor yang lebih kecil dari sensor full-frame, yaitu sensor APS-C (Canon, Nikon, Pentax, Sony) dan sensor Four Thirds (Olympus). Lensa ini memiliki diameter yang lebih kecil dari lensa fll-frame, meski tetap memiliki desain mounting yang sama. Artinya, kita bisa saja memasang lensa crop sensor ini pada DSLR full frame, namun pada hasil fotonya akan terdapat lingkaran di bagian luar foto (vignetting) akibat ukuran sensor yang lebih besar dari diameter lensa. Lensa crop sensor ini dikenali dari kodenya seperti EF-S untuk Canon, DX untuk Nikon, DC untuk Sigma, DA untuk Pentax dsb.

sensor01

Gambar di samping menunjukkan perbedaan ukuran antara sensor APS-C dan sensor full-frame 35mm. Lingkaran merah menunjukkan diameter lensa full-frame dan lingkaran hijau menunjukkan diameter lensa crop. Tampak kalau diameter lensa crop telah didesain untuk menyesuaikan ukuran bidang sensor APS-C yang memang lebih kecil dari sensor 35mm. Adakalanya pemilik kamera APS-C justru memakai lensa full frame. Hal ini disebabkan karena untuk kebutuhan profesional kebanyakan lensa yang tersedia adalah lensa full-frame. Contohnya, untuk kebutuhan profesional, pemakai kamera EOS 7D akan memilih lensa EF 70-200mm.

Jenis fokal lensa

Ditinjau dari jenis lensa, ada dua kelompok utama yaitu lensa fix (prime) dan lensa zoom. Simpel saja, lensa fix artinya hanya memiliki satu nilai panjang fokal, sedang lensa zoom bisa berubah dari fokal terpendek hingga terpanjang. Lensa zoom sendiri terbagi atas beberapa rentang fokal, seperti zoom wide, zoom normal dan zoom tele. Ada juga lensa sapu jagad, alias bisa bermain zoom dari wide hingga tele yang praktis untuk dibawa bepergian. Kali ini kami uraikan untung rugi dari tiap pilihan yang ada :

Lensa prime / fix

fix
Pentax 70mm f/1.4

Lensa prime adalah lensa yang hanya punya satu nilai fokal, misal 35mm, 50mm, 100mm dsb. Lensa jenis ini umumnya punya bukaan maksimal yang besar, misal f/1.4 atau f/1.8 sehingga cocok untuk dipakai saat low light. Meski ada berbagai macam pilihan fokal dari lensa fix di pasaran, namun yang paling populer adalah lensa 50mm karena punya fokal dengan perspektif normal.

Daya tarik dari lensa fix diantaranya :

  • relatif murah
  • ukurannya kecil dan ringan
  • hasil foto sangat tajam
  • karena punya bukaan besar, bisa menghasilkan DOF yang tipis
  • karena punya bukaan besar, bisa diandalkan untuk low light

Adapun hal yang kurang menyenangkan dari lensa fix adalah lensa ini tidak bisa berganti fokal sehingga untuk merubah posisi fokal kita harus maju atau mundur terhadap objek.

Lensa zoom wide

wide
Sony SAL DT 11-18mm f/4.5-5.6

Lensa zoom wide dalah lensa zoom yang memiliki rentang fokal wideangle mulai dari 10mm hingga 30mm, sehingga cocok untuk landscape dan arsitektur meski kurang cocok untuk potret karena adanya distorsi.

Daya tarik lensa zoom wide diantaranya :

  • mampu menghasilkan foto dengan angle dengan kesan luas dan dramatis
  • cocok untuk kebutuhan profesional dan komersil

Namun demikian lensa zoom wide dijual dengan harga yang relatif mahal karena tingginya tingkat kesulitan dalam mendesain lensa tersebut. Di pasaran, lensa semacam ini dijual di kisaran harga 6 juta hingga 12 juta rupiah.

Contoh lensa zoom wide :

  • Canon EF-S 10-22mm f/3.5-4.5
  • Nikon AF-S 10-24mm f/3.5-4.5
  • Pentax DA 12-24mm f/4
  • Sony SAL-DT 11-18mm f/4.5-5.6
  • Olympus Zuiko 9-18mm f/4-5.6
  • Rekomendasi untuk 3rd party : Tokina 11-16mm f/2.8

Lensa zoom normal/standar (general purpose)

normal
Zuiko 14-54mm f/2.8-3.5

Adalah lensa zoom yang memiliki rentang fokal yang dianggap memenuhi kebutuhan wide hingga tele biasa. Lensa semacam ini mampu mengakomodir rentang fokal normal di kisaran 50mm sehingga mampu  menghasilkan foto yang rendah distorsi, dan menghasilkan persepektif yang sama seperti apa yang dilihat oleh mata manusia. Lensa zoom normal akan semakin mahal bila memiliki bukaan besar apalagi bila punya bukaan konstan f/2.8 yang tergolong kelas profesi0nal.

Contoh lensa zoom normal kelas mahal :

  • Lensa 24-70mm f/2.8
  • Lensa 17-55mm f/2.8

Sedangkan lensa zoom normal ekonomis diantaranya :

  • Canon EF-S 17-85mm f/4-5.6
  • Nikon AF-S 16-85 f/3.5-5.6
  • Pentax DA 17-70mm f/4
  • Sony SAL DT 18-70mm f/3.5-5.6
  • Olympus Zuiko 14-54mm f/2.8-3.5
  • Rekomendasi 3rd party : Sigma 17-70mm f/2.8-4

Lensa zoom tele

tele2-8
Nikon AF-S 70-200mm f/2.8 VR

Lensa zoom tele menjadi salah satu lensa yang favorit banyak orang karena kemampuannya untuk dipakai memotret obyek yang jauh, ditambah lagi harganya yang cukup terjangkau. Belum lagi lensa tele mampu menghasilkan foto dengan bokeh yang baik (DOF tipis), bisa dibilang hampir menyamai hasil yang didapat dengan memakai lensa prime.

Namun perlu diingat kalau lensa zoom tele berkisar di fokal tele diatas 100mm, sehingga rentan goyang akibat getaran tangan. Untuk itu para profesional lebih memilih lensa tele bukaan besar dan ditambah fitur stabilizer, sehingga lensa tele masih bisa dipakai di saat kondisi kurang cahaya.

Lensa zoom tele terbagi dua kelompok, yaitu kelompok profesional dan kelompok biasa.

Untuk zoom tele profesional diantaranya :

  • Canon EF 70-200mm f/2.8
  • Nikon AF-S 70-200mm f/2.8  (gambar di atas)
  • Pentax DA 60-250mm f/4
  • Sony SAL 70-200mm f/2.8
  • Olympus Zuiko 90-250mm f/2.8
  • Rekomendasi 3rd party : Sigma 70-200mm f/2.8
tele
Sigma 70-300mm f/4-5.6

Untuk zoom tele biasa, umumnya terdapat pilihan 70-300mm (gambar di atas) yang fokal telenya cukup panjang dan 55-250mm (gambar di bawah) yang lebih ekonomis. Perhatikan kalau lensa tele ekonomis punya variabel aperture (misalnya f/4-5.6), sehingga bukaannya akan semakin mengecil saat lensa di-zoom maksimal. Maka itu lensa tele semacam ini dihindari oleh para profesional karena sulit diandalkan di saat perlu speed tinggi.

tele2
Canon EF-S 55-250mm f/4-5.6

Meski demikian, lensa tele ekonomis seperti ini laris manis karena harganya murah dan hasil fotonya di tempat yang cukup cahaya masih sangat baik. Jadilah lensa semacam ini menjadi lensa favorit untuk kebutuhan harian dan untuk sekedar hobi.

Lensa zoom all-round  / super zoom / sapu jagad

tamron_18-270
Tamron 18-270mm f/3.5-5.6 VC

Adalah istilah untuk lensa zoom dengan kemampuan mencover rentang wide hingga tele yang ekstrim, hingga lensa ini mampu menggantikan beberapa macam lensa sehingga praktis dipakai kemana saja. Umumnya lensa ini memiliki rentang fokal 18-200mm, meski ada juga yang bisa mencapai 18-270mm (lihat gambar di atas). Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih lensa jenis ini :

  • Lensa ini praktis namun tergolong mahal
  • Lensa ini hanya tersedia untuk jenis variable aperture saja
  • Kemampuan optik dari lensa ini tergolong pas-pasan (karena banyaknya elemen optik di dalamnya)
  • Usahakan memilih lensa jenis ini yang dilengkapi dengan fitur stabilizer optik

Itulah panduan memilih lensa DSLR yang kami sajikan. Untuk diskusi dan pertanyaan bisa disampaikan melalui forum yang ada atau lewat komentar di bawah ini.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..