Kamera saku canggih bersensor besar dari Ricoh GR

Pentax Ricoh baru saja meluncurkan kamera saku bersensor APS-C 16 MP dengan lensa fix, bernama Ricoh GR. Kamera yang lama dirumorkan ini akhirnya benar-benar hadir sebagai bukti konsistensi Ricoh membuat berbagai kamera berkualitas dengan lensa fix. Kamera ini akan menjadi pesaing langsung dari Nikon Coolpix A yang juga belum lama ini diumumkan. Kita akan tinjau fitur dan bentuk dari kamera seharga hampir 8 juta rupiah ini.

Fitur dan spesifikasi penting dari Ricoh GR :

  • sensor APS-C CMOS 16 MP tanpa low-pass filter
  • lensa dengan fokal 18.5mm (setara 28mm), bukaan maksimum f/2.8
  • rentang ISO 100-25,600
  • layar LCD ukuran 3 inci dengan kerapatan piksel ekstra tajam 1.2 juta titik
  • hingga 4fps continuous shooting
  • HD 1080p dengan pilihan frame rate 24, 25 atau 30fps
  • bisa menyimpan file RAW 12-bit
  • ada mode crop 35mm (resolusi turun jadi 10MP)
  • ada ND filter terpadu, 2 stop

ricoh-gr

Kelebihan dari kamera Ricoh GR adalah berpadunya kamera kecil (dan lensa yang kecil) dengan sensor besar dan kendali eksternal yang disukai fotografer. Bahkan gripnya pun terlihat begitu besar dan tentu mantap saat digenggam. Kamera ini bahkan menyediakan dual axis electronic level, sebuah fitur yang biasanya dijumpai di kamera DSLR kelas atas. Beberapa keistimewaan lain Ricoh GR :

  • fitur Interval Composite mode
  • flash hot shoe
  • banyak tombol dan tuas di sekeliling kamera
  • ada mode TAV (selain mode Av dan Tv)
  • bisa manual eksposur saat rekam video
  • respon kamera yang sangat cepat
  • bisa menyimpan 3 user setting di mode kamera
  • bisa mengatur tingkat pengurang noise di setiap nilai ISO
  • proses RAW ke JPG didalam kamera juga bisa
  • 9 blade diafragma

ricoh-gr-b

Mungkin kamera ini tidak akan meraih angka tinggi dalam penjualan, karena harganya dan juga lensa yang tidak bisa di zoom. Tapi bagi photography enthusiast, kamera seperti ini layak dimiliki sebagai kamera cadangan atau kamera jalan-jalan.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Ricoh GXR dengan sensor dan lensa terpisah

Bila format interchangeable lens yang diusung oleh Panasonic dan Olympus memungkinkan sebuah kamera kompak bisa berganti lensa, kali ini Ricoh menawarkan konsep agak berbeda dan baru pertama di dunia. Sambutlah Ricoh GXR, kamera saku modern dengan lensa (dan sensor) yang terpisah dari bodi kamera! Saat Ricoh GXR ini terpisah dari lensanya, tidak dijumpai adanya sensor apapun di bagian depan kamera. Sebagai gantinya, si sensor justru digabung dengan lensa dan dijual terpisah. Aneh, tapi nyata.

Kita mulai meninjau dari kesamaan kamera Ricoh GXR ini dengan kamera lainnya. Pertama, Ricoh GXR ini sama saja seperti kamera lain dalam hal pemakaian umum seperti manual P/A/S/M ataupun auto mode. Di bagian belakang bodi kamera mungil ini bisa dijumpai LCD ukuran 3 inci, tombol-tombol standar dan tersedia lampu kilat dan flash hot-shoe untuk lampu eksternal. Di bagian depanlah yang membedakan GXR ini dengan kamera lain, karena kamera seharga 3 jutaan ini (body only lho..) menganut prinsip interchangeable unit sehingga saat lensa dilepas, maka pada kenyataannya kita juga melepas sensornya. Hal ini menyisakan ruang kosong dan konektor data di kamera GXR sehingga tampak seperti foto di bawah ini :

Ricoh GXR tanpa lensa dan sensor
Ricoh GXR tanpa lensa dan sensor

Namun bila sudah dipasang lensa barulah kamera ini tampak ‘normal’ seperti kamera pada umumnya :

Ricoh GXR dengan lensa terpasang
Ricoh GXR dengan lensa terpasang

Sensor yang menyatu dengan lensa memang baru kali ini ada. Konsep ini menjamin sensor tidak terkena debu saat berganti lensa, dan desain sensor sudah disesuaikan dengan jenis lensa yang dipakai. Untuk sementara ini baru ada dua jenis lensa yang ditawarkan sebagai paket penjualan :

Lensa fix 50mm f/2.5

Lensa bernama GR lens ini berjenis prime/fix dengan fokal 50mm dan bukaan terbesar adalah f/2.5 yang cukup handal di saat low-light (meski bukaan maksimumnya tidak sebesar lensa prime DSLR dengan f/1.8). Berita baiknya, lensa fix ini dipadukan dengan sensor CMOS 12 MP berukuran APS-C layaknya DSLR. Kombinasi antara Ricoh GXR dan lensa GR 50mm ini membuatnya menjadi kamera yang cocok untuk fotografi candid, potret dan low-light dengan jaminan ISO tinggi yang rendah noise. Sensor sebesar ini plus lensa fix 50mm ini dijual di kisaran harga 5 jutaan.

Lensa zoom 24-75mm f/2.5-4.4 VC

Lensa buatan Ricoh ini menjadi lensa zoom impian banyak orang berkat rentangnya yang sangat berguna dari 24mm untuk wide angle hingga 75mm untuk medium tele. Bukaan diafragmanya pun amat baik dengan f/2.5 saat wide hingga f/4.4 saat tele, plus sistem stabilizer untuk meredam getaran tangan. Dengan desain lensa zoom semacam ini, ukuran sensor terpaksa dibuat kecil dan kabar yang kurang enaknya adalah, lensa zoom ini dipaketkan dengan sensor kecil 1/1.7 inci, jenis CCD resolusi 10 MP. Dengan memasang lensa ini pada Ricoh GXR, jadilah kamera ini sebuah kamera saku biasa yang hasil fotonya juga biasa saja. Tapi tunggu dulu, pengoperasian zoom pada lensa ini memakai sistem manual dengan putaran tangan layaknya kamera Micro 4/3 sehingga tak beda seperti memakai lensa DSLR. Untuk paket lensa zoom dan sensor 10 MP ini dijual sekitar 3 jutaan.

Sebagai system-camera, Ricoh GXR ini pun dilengkapi dengan berbagai aksesori seperti hood & adapter, wide conversion lens, teleconversion lens, LCD viewfinder, cable switch dan neck strap. Kita lihat saja apakah format baru dari Ricoh ini akan sukses atau tidak dalam penjualannya.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Panduan lengkap memilih kamera saku superzoom

Berapa panjang lensa zoom pada kamera saku anda? Tiga, empat, atau lima kali zoom optik? Apakah anda merasa kemampuan tele dari kamera anda masih kurang? Bayangkan bila anda memiliki sebuah kamera saku yang mungil namun memiliki lensa yang panjang. Berkat kemampuan manufaktur lensa modern, kini sebuah kamera saku bisa memiliki lensa yang sangat fleksibel yang mampu menjangkau area wide (sekitar 28mm) hingga ekstra tele (diatas 300mm) atau bisa dibilang lensa superzoom (10x zoom optikal, bahkan lebih).

Pada awalnya, kamera saku memiliki lensa zoom yang umumnya amat standar, berkisar dari 35-105mm (setara dengan 3x zoom optik). Guna menjauh dari tekanan ponsel berkamera yang semakin canggih, lambat laun produsen kamera mulai menambah jangkauan baik dalam urusan wide hingga tele, hingga mulai ada kamera yang mampu menjangkau misalnya 35-200mm (setara dengan 5x zoom optik) bahkan ada yang punya lensa 28-200mm (setara dengan 7x zoom optik). Dengan semakin lebarnya rentang fokal lensa kamera saku tentu akan semakin memudahkan pemakainya untuk bermain berbagai komposisi dan perspektif, dari wideangle hingga telephoto.

Ilustrasi fokal wide (28mm) dan tele (300mm) credit : Ricoh
Ilustrasi fokal lensa wide (28mm) dan lensa tele (300mm), source : Ricoh

Kini tren di tahun 2009 semakin menunjukkan fakta yang menggembirakan. Banyak kamera saku generasi baru yang memiliki lensa sangat panjang, dengan perbesaran optik sekitar 10x hingga 12x zoom. Namun tanpa mengenali lebih jauh seputar fitur dan lensanya, bukan tidak mungkin kita akan kebingungan dalam memilihnya. Bila anda berhasrat untuk memiliki kamera saku semacam ini, inilah panduan lengkap memilih kamera saku superzoom, sekaligus kami sajikan memakai sistem rating, urut dari peringkat pertama hingga terakhir menurut evaluasi kami :

# 1 :Panasonic Lumix DMC-TZ7 (4 jutaan)

Lumix TZ7
Lumix TZ7

Kamera seri TZ (Traveller Zoom) dari Lumix ini menjadi kamera saku favorit banyak orang, sejak kehadiran seri pertama TZ1 hingga TZ7 yang memang memiliki keistimewaan dalam lensa Leicanya yang tajam. Lumix TZ7 dengan sensor 10 MP, punya lensa amat fleksibel dengan 25-300mm f/3.3-4.9 atau 12x zoom optik, yang sangat ideal untuk foto landscape dan tamasya. Sayangnya tidak ada fitur manual P/A/S/M pada kamera ini, sebagai gantinya tersedia fitur intelligent Auto (iA) yang akan menentukan setting terbaik untuk tiap kondisi. Sebagai bonus, tersedia fitur HD movie AVCHD untuk merekam perjalanan wisata anda. Rentang lensa Leica DC vario Elmar 25-300mm yang luar biasa efektif ini tak tertandingi oleh merk lain, sehingga menjadikannya berada di peringkat pertama dari rekomendasi kami.

# 2 : Fuji FinePix F70 EXR (3 jutaan)

Fuji F70 EXR
Fuji F70 EXR

Inilah kamera saku kedua dari Fuji yang memakai sensor baru Super CCD EXR (setelah F200 EXR) yang kini memakai sensor 10 MP. F70 EXR menjadi kamera saku pertama Fuji yang punya lensa panjang, atau 27-270mm f/3.3-5.6 atau 10x zoom optik. Terlepas dari lensanya yang mantap, sensor pada kamera ini pun sangat efektif untuk berbagai keperluan pemotretan, yaitu memotret foto resolusi tinggi 10 MP (EXR mode : HR), atau foto low-light dengan noise rendah pada 5 MP (EXR mode : SN) atau foto dengan jangkauan dinamis yang lebar pada resolusi 5 MP (EXR mode : DR). Sayangnya, tidak ada fitur P/A/S/M ataupun HD movie mode di kamera ini. Gabungan dari lensa dan sensor yang efektif menjadikan kamera ini berada di tempat kedua daftar kami.

# 3 : Canon Powershot SX200 IS (3,8 jutaan)

Canon SX200 IS
Canon SX200 IS

Sebagai pesaing langsung dari Lumix TZ series, Canon menghadirkan kamera saku premium dengan nama SX200 IS dengan sensor 12 MP. Lensa Canon yang jadi andalan kali ini memiliki fokal 28-336mm f/3.4-5.3 atau 12x zoom optik. Anda mungkin kurang cocok dengan desain lampu kilatnya yang harus sering dibuka tutup. Sebagai bonus, Canon menyediakan fitur kendali manual P/A/S/M dan HD movie mode. Serba lengkap, termasuk manual mode dan HD movie membuatnya berada di tiga besar daftar kami.

# 4 : Samsung HZ15W (3 jutaan)

samsung HZ15W
Samsung HZ15W

Keseriusan Samsung dalam bermain di dunia digital imaging tampak dari si hitam HZ15W ini. Kamera bersensor 12 MP dan memiliki lensa sangat wide 24-240mm f/3.3-5.8 ini punya rentang fokal yang impresif dari 24mm, meski dalam urusan tele kalah panjang dibanding pesaing karena hanya berakhir di 240mm (atau 10x zoom). Tersedia fitur manual P/A/S/M dan HD movie H.264 untuk liburan anda yang seru. Kehebatan lensa Schneider 24mm dan HD movie menjadikan produsen Korea ini ada di tempat keempat daftar kami.

# 5 : Casio Exilim EX-H10 (4 jutaan)

Casio EX-H10
Casio EX-H10

Casio mencoba peruntungannya di jajaran kamera saku berlensa panjang dengan menghadirkan Exilim EX-H10 dengan sensor 12 MP dan lensa sangat wide 24-240mm f/3.2-5.7 atau 10x zoom optik (rentang yang persis sama seperti Samsung HZ15W di atas). Bila anda menyukai lensa ultra wide 24mm, Casio ini juga layak dipilih karena bakal mendukung hobi landscape anda. Sebagai bonus, tersedia juga fitur HD movie sebagai tanda bahwa kamera ini tergolong kamera saku kelas menengah ke atas. Karena tanpa fitur manual dan harganya yang mahal, maka Casio ini kalah satu tempat dari Samsung alias berada di posisi lima.

# 6 : Ricoh CX2 (3,8 jutaan)

Ricoh CX2
Ricoh CX2

Jangan meremehkan sensornya yang cuma 9 MP pada kamera keren ini, karena sensor jenis CMOS yang dipakai pada Ricoh CX2 ini sanggup bekerja cepat hingga 5 fps pada resolusi penuh. Lensa Ricoh CX2 pun amat efektif dengan rentang 28-300mm f/3.5-5.6 atau 10.7x zoom optik. Ricoh dari dulu punya fitur andalan pre-AF yang terus mencari fokus sebelum tombol rana ditekan. Meski memakai sensor CMOS, namun sayangnya CX2 belum dilengkapi fitur P/A/S/M dan HD movie, sehingga membuat Ricoh CX2 ini harus berada di tempat ke enam daftar kami.

# 7 : Olympus Stylus 9000 (3,4 jutaan)

Stylus 9000
Stylus 9000

Olympus bergabung di kompetisi kamera saku berlensa panjang dengan produknya Stylus 9000 dengan sensor 12 MP dan lensa wide zoom, 28-280mm f/3.2-5.9 atau 10x zoom (rentang lensa 28-280mm seperti ini mengingatkan kita pada Lumix TZ2 dan TZ3 di masa lalu). Selain dari lensa dan desainnya yang keren, Olympus ini tergolong biasa saja karena tidak ada fitur manual P/A/S/M ataupun HD movie, sehingga cukuplah berada di tempat ke tujuh daftar kami.

# 8 : Kodak Z950 (3 jutaan)

Kodak Z950
Kodak Z950

Kodak mungkin bukanlah merk pertama yang terbersit di benak anda saat membayangkan kamera digital, tapi mungkin saja kali ini akan berbeda karena Kodak telah mendesain sebuah kamera saku Z950 yang punya sensor 12 MP dan lensa zoom Schneider 35-350mm f/3.5-4.8 atau 10x zoom. Memang rentang fokalnya yang bermula dari 35mm tergolong kurang wide namun kamera ini tergolong cukup lengkap dengan adanya fitur manul P/A/S/M dan HD movie MPEG-4. Namun dengan lensa yang wide-nya cuma 35mm, sulit bagi Kodak ini untuk berada di posisi elit daftar kami sehingga hanya mampu menempati peringkat ke delapan saja.

# 9 : Canon Powershot SX120 IS (3 jutaan)

Canon SX120 IS
Canon SX120 IS

Sebagai posisi buncit, Canon menghadirkan satu lagi kamera saku berlensa panjang yang lebih ekonomis dari SX200 IS, yaitu SX120 IS. Bedanya, kali ini sang adik tidak memakai lensa wide 28mm, karena rentang lensanya adalah 36-360mm f/2.8-4.3 atau 10x zoom, yang tergolong cukup cepat (punya diafragma besar). Hadir dengan sensor 10 MP, kamera saku gemuk berbaterai AA ini untungnya masih memiliki fitur manual, meski tanpa fitur HD movie. Tanpa lensa wide dan tanpa HD movie, dan desainnya yang bongsor, membuat kamera ini harus berada di posisi sembilan pada daftar kami (meski tak dipungkiri inilah satu-satunya kamera di daftar ini yang memiliki lensa f/2.8).

Itulah sembilan kamera saku mungil berlensa panjang yang bisa anda pertimbangkan, yang kami susun peringkatnya berdasarkan pertimbangan fitur dan spesifikasi. Untuk memastikan apakah kamera tersebut memenuhi ekspektasi anda, akan lebih baik bila anda mengevaluasi sampel fotonya yang bisa diunduh dari situs resmi masing-masing kamera.

Sebagai bonus, bila ukuran bukan jadi masalah, kami tambahkan sembilan daftar di atas dengan dua kamera lain yang juga punya lensa panjang untuk bahan perbandingan :

Nikon Coolpix L100 (2,7 jutaan)

Coolpix L100
Coolpix L100

Kekuatan kamera 10 MP ini adalah lensanya yang ekstra panjang, 15x zoom optik. Lensa Nikon 28-420mm f/3.5-5.4 ini sudah menyamai rentang lensa prosumer, meski kamera Nikon L100 ini masih tergolong kamera saku. Inilah kamera dengan harga termurah sekaligus  punya lensa terpanjang dalam daftar kali ini. Dengan harga yang terjangkau, jangan harap ada fitur manual P/A/S/M ataupun HD movie. Bahkan ketiadaan viewfinder elektronik menandakan kalau kamera ini masih tergolong kamera saku kelas basic.

Sony Cybershot H20 (3 jutaan)

Sony H20
Sony H20

Sebagai pesaing dari Nikon L100, Sony juga menelurkan kamera saku berukuran ‘tanggung’ yang bernama Cybershot H20. Kamera bersensor 10 MP ini punya lensa yang jauh dari sebutan wide lens, yaitu Carl Zeiss 38-380mm f/3.5-4.4 atau 10x zoom optik. Meski sama-sama tanpa viewfinder elektronik ataupun manual mode, H20 masih memiliki fitur HD movie MPEG-4.

Sebagai kesimpulan, dari daftar kamera saku superzoom diatas, rekomendasi kami :

  • Kamera superzoom terbaik adalah : Lumix TZ7 dan Canon SX200 IS.
  • Kamera yang menjadi best-buy terbaik : Fuji F70 EXR dan Samsung HZ15W.
  • Kamera value/ekonomis terbaik : Nikon L100.
Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..