Tagged: Sony

IMG_0189

Review singkat kamera mirrorless Sony Alpha A6000

Sony Alpha A6000 adalah salah satu contoh kamera mirrorless yang sukses, dengan meraih banyak impresi positif dari fotografer dan juga pembuat review kamera. Kelebihan utama Sony A6000 adalah kinerja yang melampaui banyak kamera DSLR, seperti auto fokus yang hybrid AF ini disertai dengan kecepatan foto berturut-turut yang sangat cepat yaitu 11 foto per detik dengan autofokus kontinu sehingga cocok untuk mereka yang mencari kamera yang kecil dan cepat seperti fotografer aksi/olahraga dan dokumentasi acara-acara keluarga.

ILCE-7RM2_front

Sony A7R mk II telah hadir, full frame sensor 42 MP plus 4K

Sony akhirnya mengumumkan hadirnya kamera mirrorless A7R generasi kedua (mark II) dengan beberapa peningkatan seperti sensornya kini 42 MP (sebelumnya 36 MP), berjenis back-iluminated (rendah noise) dan bisa rekam video 4K. Sensor full frame di A7R mk II ini juga bergerak 5 axis untuk meredam getaran tangan, sebelumnya fitur ini diperkenalkan di A7 mark II, sehingga pakai lensa apa saja bisa tetap stabil. Bodi A7R mk II sepintas mirip dengan A7 mk II dengan perubahan ergonomi dan tata letak tombol shutter dan roda depan.

a5100-p1030079

Review kamera mirrorless Sony Alpha A5100

Kamera Sony Alpha A5100 merupakan varian unik di jajaran mirrorless Sony, yang dulunya pakai nama NEX. Unik karena Sony sudah punya A5000 (penerus NEX-3) dn A6000 (pengganti NEX6 dan NEX7), lalu hadirlah A5100 yang bisa dibilang adalah penerus NEX5T dengan beberapa fitur yang diambil dari A6000 (walaupun dari bentuk persis sama dengan A5000). Bingung? Singkatnya, Sony A5100 adalah A5000 dengan sensor 24 MP yang dilengkapi piksel pendeteksi fasa untuk auto fokus sehebat A6000.

sony-a7

Trio mirrorless full frame Sony Alpha : A7, A7R dan A7s

Minggu lalu kami berkesempatan hadir di acara peluncuran Sony Alpha A7s di daerah Senayan City Jakarta. Kemunculan A7s melengkapi dua Aplha mirrorless fullframe yang lebih dulu ada yaitu A7 dan A7R. Strategi Sony dalam membuat tiga varian ini karena menyesuaikan kebutuhan penggunanya yang beragam. Ketiganya sama-sama mengusung E mount yang dipasangkan dengan lensa FE, lensa yang didesain khusus untuk sensor full-frame. Seperti apa perbedaan ketiganya? Simak ulasan kami berikut ini.