Tagged: Sony

sony-77m2-camera

Sony A77 mark II : SLT strikes back..

Sony kembali mengumumkan kehadiran kamera A77 mark II, sebuah kabar baik bagi pemakai lensa A-mount, dan yang merindukan kehadiran kamera non mirrorless. Kamera SLT kelas menengah ini menyempurnakan A77 dengan 79 titik AF – 15 diantaranya berjenis cross type (mengalahkan semua kamera DSLR), burst 12 fps, dan memakai sensor APS-C 24 MP. Yang menarik, lensa kit kamera A77 mark II ini adalah lensa 16-50mm f/2.8 yang termasuk lensa profesional. So, kali ini Sony SLT strikes back..

sony-a6000

Sony A6000 siap ‘ganggu’ DSLR menengah ke bawah

Kamera Sony A6000 seakan menjadi kelahiran kembali Sony NEX-6 yang kini dibekali beberapa fitur tambahan untuk memanjakan fotografer. Bahkan kami memprediksi kehadiran Sony A6000 bisa mengganggu penjualan kamera DSLR kelas menengah (harga 11-13 jutaan) dan beberapa DSLR kelas bawah (pemula) yang dijual 8 jutaan karena fitur, kinerja dan harganya berimbang. Dengan harga 10 juta pas, sudah dapat lensa kit 16-50mm OSS juga. Bagaimana kehebatannya?

sony-a7r

Sistem kamera full frame mirrorless dari Sony : A7 dan A7R

Sony kembali menjadi headline dengan meluncurkan kamera mirrorless dengan sensor full frame, yaitu A7 dan A7R. Kedua kamera ini berbagi bentuk yang sama, hanya beda dalam hal sensor yaitu A7 memakai sensor 24 MP dengan low pass filter, sedangkan A7R memakai sensor 36 MP tanpa low pass filter. Jadilah kedua kamera kembar ini menjadi kamera terkecil untuk jenis kamera full frame dengan lensa yang bisa dilepas (interchangeable lenses). Simak fakta-fakta penting seputar kamera A7 dan A7R ini.

ax1view1

Seperti apa kemampuan handycam dengan resolusi Ultra HD?

Handycam adalah merk dagang dari Sony, tapi istilah ini sudah akrab ditelinga dan jadi istilah umum yang artinya sama juga dengan camcorder. Sebagai alat yang memang didesain untuk merekam video, perjalanan handycam cukup panjang, mulai dari format kaset, DVD, hardisk hingga flash (solid state) dipakai untuk media rekamnya. Ukuran gambar (yang berhubungan dengan kualitas) juga berkembang, dari Standard Definition (SD), lalu ke High Definition (HD) yang cirinya punya bidang gambar widescreen 16:9.