Mengapa harga lensa bisa begitu mahal?

Bagi yang baru punya sistem kamera interchangeable lenses (misal kamera DSLR atau kamera mirrorless) yang umumnya dipaketkan dengan satu lensa kit, tentu tertarik untuk menambah koleksi lensanya. Tapi bisa jadi anda terheran-heran saat melihat harga lensa di pasaran karena bandrol harga yang dipasang sangat fantastis. Memang sih kita tahu lensa itu adalah gabungan peranti optik-elektronik yang rumit, tapi apakah memang harus semahal itu? Padahal ada juga lensa murah yang hasilnya lumayan.

Perbadaan yang kerap dirasakan tidak masuk akal biasanya terjadi saat kita membandingkan lensa yang mirip, tapi sejatinya berbeda kelas. Misal lensa kit 18-55mm f/3.5-5.6 adalah lensa kelas consumer, harganya sejutaan. Tapi lensa 17-55mm f/2.8 yang fokalnya sangat mirip, adalah lensa profesional, yang harganya diatas 10 jutaan. Masih banyak contoh lainnya, misal antara lensa 55-200mm (2 jutaan) dan 70-200mm f/2.8 (20 jutaan), lensa fix 35mm f/1.8 dan 35mm f/1.4 dan sebagainya.

tamron-70-300-vc

Lensa kelas consumer itu dibuat untuk dibeli oleh banyak orang, sehingga biaya produksi bisa tertutupi dan tidak perlu dijual terlampau mahal. Bahannya umumnya plastik, optiknya tidak terlalu rumit, motor fokus dan sistem anti getarnya yang tidak terlalu canggih dan tidak dilengkapi dengan pelindung cuaca dan debu. Setingkat diatas kelas consumer ada kelas enthusiast alias kelas serius/hobi/menengah. Lensa semacam ini juga banyak yang pakai, tapi umumnya dibeli karena orang ingin kualitas dan performa yang lebih baik dari sekedar lensa murah. Kalau lensa kelas pro hanya dipakai oleh lebih sedikit fotografer, biasanya untuk kebutuhan kerja yang tidak mau kompromi sama kualitas, atau lokasi memotretnya di tempat yang sulit (puncak gunung, medan perang atau banyak gangguan eksternal).

sigma-18-35

Untuk membedah satu persatu penyebab harga lensa itu bisa mahal atau murah, kami sajikan alasan yang masuk akal :

  • biaya produksi, termasuk tempat lensa itu dibuat (Jepang, Cina, Thailand dsb)
  • batas ambang mutu, dimana lensa murah itu syarat lolos QC tidak berat, tapi lensa mahal itu QC lebih ketat
  • desain optik, lensa mahal umumnya punya desain yang kompleks, tapi tidak menurunkan kualitas optiknya
  • elemen lensa dan coating, yang tujuannya untuk menjaga kontras dan ketajaman
  • desain bukaan lensa, dimana lensa dengan bukaan konstan (misal f/2.8) lebih sulit dibuat
  • desain motor auto fokus, apakah memakai gelombang atau memakai motor biasa
  • desain stabilizer (bila ada) yang semakin cerdas mendeteksi getaran dan mengkompensasinya
  • konstruksi secara umum : apakah elemen depan lensa berputar atau memanjang saat memfokus (idealnya tidak)
  • versi : kebanyakan lensa di pasaran adalah versi full frame, tapi ada juga versi kecil untuk APS-C yang lebih murah
  • perlindungan cuaca yang penting bila memang dipakai di tempat yang ekstrim
  • brand image, lensa dibuat oleh Canon/Nikon dsb akan lebih mahal dibanding lensa 3rd party

Saat ini produsen lensa tidak selalu dari merk pembuat kamera. Kita tahu ada merk lensa alternatif seperti Tamron, Sigma, Tokina, Samyang dll.  Walau mereka kerap dipandang sebelah mata, tapi perlu diketahui juga kalau mereka  meluncurkan lensa-lensa yang mahal juga. Jadi harga lensa tidak bisa ditekan bila desain dan peruntukannya memang untuk kelas profesional. Simaklah betapa harga lensa Tamron/Sigma 24-70mm dan 70-200mm juga mahal, walau masih dibawah buatan Canon/Nikon.

Lalu apa kesimpulannya?

Mungkin lebih sekedar tips saja. Kalau mencari lensa murah, jangan berharap banyak akan fiturnya. Jadikan lensa murah ini untuk pemakaian harian yang biasa, atau untuk belajar. Karena murah, kami lihat tidak ada alasan untuk membeli merk alternatif. Nikon 55-200mm adalah lensa murah yang optiknya bagus, Canon 10-22mm adalah lensa wide yang harganya terjangkau.

Nikon AF-S 16-35mm f/4 G ED VR
        Nikon AF-S 16-35mm f/4 G ED VR

Di kelas pro, budget jadi penentu pengambilan keputusan. Pro dengan dana tak terbatas rasanya tidak perlu dibahas disini. Tapi profesional yang sensitif masalah harga bisa mempertimbangkan lensa pro alternatif / 3rd party. Kualitasnya memang sedikit dibawah yang Canon/Nikon tapi harga bisa terpaut banyak. Tapi untuk jangka panjang pikirkan juga apa penghematan yang dilakukan saat ini sepadan dengan resiko di masa depan? Misal saat lensa tersebut mau dijual lagi, harganya tentu beda antara yang Canon/Nikon dengan yang 3rd party. Lalu saat tiba-tiba ada isu inkompatibilitas (ingat tidak ada jaminan lensa 3rd party saat ini akan selalu kompatibel dengan bodi kamera masa depan) maka investasi mahal anda di lensa 3rd party akan jadi tidak bernilai.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Inilah jajaran kamera saku underwater terbaru di 2013

Kamera saku untuk kebutuhan outdoor yang didesain tangguh dan tahan air pilihannya memang tidak terlalu banyak. Tiap merk paling hanya punya satu atau dua versi dan harganya juga lebih mahal. Tapi buat yang senang berpetualang, kamera saku tangguh lebih menarik untuk dipunyai karena tak perlu kuatir kameranya rusak kalau dipakai dalam kondisi ekstrim, hingga masuk ke air sekalipun. Di awal tahun ini berikut pilihan kamera outdoor waterproof yang bisa kami rangkum untuk anda.

Pentax WG-3 : bodi kekar, bukaan lensa besar

pentax-wg-3

Pentax WG-3 memakai sensor 16 MP dengan stabilizer, lensa 25-100mm f/2-4.9 yang membuatnya percaya diri dipakai di kondisi kurang cahaya. Kamera ini bisa dibilang tahan segalanya, seperti air (hingga 13 meter), debu dan suhu -10 derajat, bahkan saat dijatuhkan dari ketinggian 2 meter pun masih tidak apa-apa. Lupa menduduki kamera ini saat disimpan di saku belakang celana anda? Tak usah kuatir, kamera ini tahan tekanan dan tidak akan retak hanya karena kedudukan.

Untuk menebus semua kehebatannya, siapkan dana 3,5 jutaan rupiah. Versi lain ada WG-3 GPS yang sesuai namanya, sudah dibekali penerima GPS untuk geotagging.

Nikon Coolpix AW110 : siap menyelam sampai dalam

nikon-aw110

Nikon Coolpix AW110 punya sensor CMOS 16 MP dengan layar OLED dan lensa 28-140mm plus stabilizer VR. Selain dilengkapi GPS dan WiFi (yang mana sebuah penambahan fitur yang berguna) kamera ini juga mampu diajak menyelam sampai kedalamam 18 meter, dan tentu tahan jatuh hingga 2 meter, suhu dingin -10 derajat dan tahan debu.

Sama seperti Pentax diatas, harga Nikon ini juga di kisaran 3,5 jutaan. Bila ingin Nikon underwater yang terjangkau juga ada pilihan Nikon S31 seharga 1 jutaan yang cuma bisa menyelam hingga 4,5 meter saja.

Olympus Stylus Tough TG-830 iHS : harga dan kemampuan yang berimbang

olympus-tg-830-ihs

Untuk pilihan yang lebih terjangkau namun tak kalah mantapnya, ada Olympus Stylus Tough TG-830 iHS yang punya sensor 16 MP dengan stabilizer dan lensa 28-140mm. Kemampuan outdoornya diantaranya bisa dibawa menyelam hingga 10 meter, tahan jatuh dari ketinggian 2 meter, tahan suhu hingga -10 derajat dan tahan debu. Fitur bawaan diantaranya built-in GPS untuk geotagging. Harganya sekitar 2,8 jutaan. Untuk versi lebih terjangkau ada juga Stylus Tough TG-630 iHS 12 MP tanpa GPS, harga 2 jutaan.

Sony Cyber-shot DSC-TX30 dan TF1 : kamera-kamera outdoor yang stylish

sony-dsc-tx30

Sony Cyber-shot DSC-TX30 adalah kamera tahan air hingga 10 meter yang tertipis di dunia. Lensa Zeissnya bisa menjangkau dari 26-130mm dengan sensor 18 MP plus OIS. Layar OLED di belakang sangat lebar dan dioperasikan dengan sistem sentuh, entah apakah sistem ini efektif bila kita memakai sarung tangan. Fitur lainnya, kamera ini tahan jatuh dari ketinggian 1,5 meter dan tahan suhu dingin hingga -10 derajat.

sony-dsc-tf1

Sedangkan Cyber-shot TF1 dibuat untuk yang tidak perlu layar sentuh, namun tetap memiliki fitur khas kamera outdoor seperti tahan air hingga 10 meter. Sensor kamera ini pakai CCD 16 MP plus OIS, agak unik saat melihat kamera era sekarang yang masih pakai sensor CCD, maka tak heran kalau videonya hanya sampai HD 720p saja.

Harganya kedua kamera ini sekitar 2 jutaan rupiah.

Fujifilm Finepix XP60 : harga paling terjangkau

fuji-xp60

Fujifilm juga punya produk outdoor yaitu Finepix XP60, dengan sensor CMOS 16 MP plus stabilizer, lensa 28-140mm yang bukaannya relatif kecil. Ketangguhannya agak pas-pasan yaitu hanya bisa menyelam hingga 6 meter, lalu tahan jatuh dari ketinggian 1,5 meter. Kabar baiknya, kamera ini bisa memotret sampai 10 foto per detik untuk momen tak terduga.

Estimasi harga jualnya dibawah 2 juta.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Lensa makro 180mm f/2.8 dari Sigma

Sigma menorehkan sejarah dengan membuat lensa makro pertama dan satu-satunya di dunia dengan fokal fix 180mm dan bukaan maksimum f/2.8 yang sudah dilengkapi dengan stabilizer optik. Setelah diumumkan awal tahun ini, kini Sigma merilis harga resmi untuk lensa APO Macro 180mm f/2.8 EX DG OS HSM yaitu sekitar 16 juta rupiah. Meski bukan termasuk lensa zoom, lensa ini tersusun atas banyak elemen lensa, yaitu 19 elemen dalam 14 grup. Lensa semacam ini akan sangat disukai pecinta makro (1:1) maupun yang perlu lensa telefoto.

sigma-180mm_f28_os_macro

Sedikit gambaran spek lensa besar ini, diantaranya memakai 9 bilah diafragma, bukaan minimum f/22, kompatibel dengan DSLR full frame, diameter filter 86mm dan panjang keseluruhan adalah 20 cm. Lensa ini juga kompatibel dengan teleconverter 1,4x dan 2x bila ingin menambah kemampuan telenya. Belum ada info mount apa saja yang sudah didukung lensa ini, tapi kemungkinan baru mount Canon EF dan Nikon AF yang lebih dulu didukung.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Olympus XZ-1, kamera saku serius dengan lensa f/1.8

Tahun 2011 belum genap seminggu, tapi di ajang CES 2011 telah diperkenalkan lebih dari 42 kamera baru yang sebagian diantaranya cukup fenomenal, seperti produk yang bernama Olympus XZ-1 yang belum lama ini diluncurkan. Inilah kamera saku dengan fitur kelas atas, dibuat untuk mereka yang serius dalam fotografi dan mencari kamera saku tanpa kompromi akan kualitas. Selling point utama Olympus XZ-1 adalah digunakannya lensa Zuiko f/1.8 yang amat bermanfaat untuk kondisi low light maupun untuk fotografi cepat, meski untuk itu harus ditebus dengan harga jualnya yang mencapai lima juta rupiah !

olympus-zx-1

olympus-zx-1b

olympus-zx-1c

Tak dipungkiri hadirnya Olympus XZ-1 adalah jawaban untuk Lumix LX5 maupun Canon S95, dan satu lagi kamera berlensa f/1.8 yaitu Samsung TL500, kesemuanya adalah kamera saku serius yang diincar para profesional. Bahkan Olympus XZ-1 yang nota bene hadir paling belakangan, berhasil meramu semua keunggulan dari para pesaing, seperti lensa f/1.8 dari Samsung dan ring multifungsi pada lensa seperti Canon S95. Bahkan Olympus XZ-1 bersaing langsung dengan Lumix LX5 dan dalam banyak aspek memiliki kesamaan fitur dan kinerja.

Tak sabar mengetahui apa saja keunggulan XZ-1? Inilah dia hal-hal yang akan membuat anda kagum :

  • lensa i.Zuiko dengan rentang 28-112mm atau 4x zoom, sangat efektif dalam rentang fokal, bahkan di posisi tele mengalahkan Lumix LX-5 (90mm), Canon S95 (105mm) dan Samsung TL500 (72mm)
  • lensa dengan bukaan terbesar yaitu f/1.8, setara dengan Samsung TL500, lebih besar dari Lumix LX-5 maupun Canon S95 yang ‘hanya’ mampu membuka f/2.0
  • bukaan terbesar saat di zoom maksimal dalah f/2.5 yang masih lebih besar dari Lumix LX-5 (f/3.3) apalagi Canon S95 (f/4.9)
  • Sensor CCD beresolusi 10 MP dengan ukuran 1/1.63 inci yang setara dengan Lumix LX-5, agak lebih besar dari kamera saku kebanyakan yang umumnya antara 1/1.7 inci hingga 1/2.5 inci
  • berbagai pilihan aspek rasio seperti 1:1, 3:2, 4:3 hingga 16:9
  • mode manual P/A/S/M dengan rentang kecepatan shutter 60 – 1/2000 detik
  • kendali putar di depan (ring lensa) yang berfungsi untuk mengatur berbagai pengaturan seperti shutter, aperture, ISO dan manual fokus
  • prosesor TruPicV yang sama seperti kamera Olympus PEN untuk kinerja cepat
  • layar OLED resolusi VGA, diagonal 3 inci dengan 621 ribu piksel (layar OLED punya gamut warna yang lebih baik dari LCD dan juga sudut pandangnya lebih lebar)
  • ISO 100 hingga ISO 6400 (ada AUTO ISO 100-800)
  • HD movie 720p, 30 fps format MJPEG
  • RAW file format, dan konversi RAW pada kamera
  • TTL flash hot shoe untuk flash Olympus (FL-50R, FL-36R, FL-50, FL-36, FL-14), bahkan bisa wireless flash
  • CCD shift image stabilizer
  • filter Neutral Density built-in
Olympus C2040
Olympus C-2040 (2001)

Oke, untuk ukuran kamera saku, Olympus XZ-1 memang terlalu besar, dan juga terlalu mahal. Anda bisa mendapat kamera lain yang lebih mungil atau bahkan bisa membeli kamera DSLR yang lebih murah dari XZ-1 ini. Tapi inilah era kebangkitan Olympus setelah sepuluh tahun tidak lagi memiliki kamera saku unggulan (terakhir Olympus meluncurkan kamera saku C-2040 dengan f/1.8 seharga 10 jutaan di tahun 2001). Produsen lain sudah lebih dulu mengisi segmen kamera saku kelas atas dengan produk unggulannya, dengan ciri lensa cepat, fitur lengkap dan harga yang mahal, seperti Lumix LX5, Canon S95 dan Samsung TL500. Bahkan Nikon dikabarkan juga akan meluncurkan produk serupa di tahun ini, tentu kabar ini akan membawa angin segar karena kompetisi di kelas ini lebih efektif daripada sekedar berlomba kemampuan zoom atau mega piksel semata.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Beberapa pertanyaan pemula tentang kameranya

Banyak hal yang mungkin belum dipahami oleh pemula dalam memilih maupun memakai kamera digital, beberapa bahkan terlalu mendasar sehingga membuatnya malu untuk bertanya. Padahal hal-hal yang mendasar inilah yang perlu dipahami dengan baik sehingga tidak menjadi salah kaprah bahkan terjebak dalam mitos yang tidak benar. Kami coba susun daftar tanya jawab yang mungkin bisa mewakili satu atau dua pertanyan yang anda sedang rasakan saat ini, semoga bisa membantu memberi pencerahan untuk anda. Selamat membaca..

Apakah mega piksel berarti kualitas ?

Dalam marketing, mega piksel dijadikan jargon utama untuk menjual kamera. Calon pembeli dipaksa untuk menganggap kalau semakin tinggi mega piksel kamera maka hasil fotonya akan semakin bagus. Nyatanya mega piksel sebagai istilah lain dari resolusi sensor, menandakan berapa banyak piksel yang dimiliki oleh sensor. Semakin tinggi resolusi, semakin detail foto yang dihasilkan sehingga bisa dicetak ukuran besar. Foto yang bagus secara teknis ditentukan dari ketajaman lensa, kualitas sensor dan seberapa besar tingkat kompresi JPEG yang dipilih.

Samakah resolusi 8 MP di kamera ponsel dan di kamera digital ?

Sama. Jumlah piksel pada keping sensor kamera ponsel 8 MP memang ada 8 juta piksel. Bedanya adalah luas penampang sensor, dimana kamera ponsel punya sensor berukuran sangat kecil yang membuatnya kurang mampu menangkap dynamic range, tonal dan kontras dari obyek yang difoto.

Mengapa hasil foto dari kamera saya tidak bagus ?

Ini bisa banyak kemungkinan, karena foto yang bagus itu bisa secara teknis maupun secara seni. Umumnya kita mengeluhkan hasil foto kamera yang kurang bagus tanpa mengevaluasi dulu apakah kita sudah benar dalam memakai kamera. Biasanya foto jadi jelek karena salah dalam memfokus, goyang saat memotret, memaksakan memotret di tempat yang cahayanya kurang, memotret melawan cahaya dan sebagainya. Tapi bila anda sudah melakukan yang terbaik tapi hasil fotonya tetap jelek (hasil soft, kontras rendah atau ada distorsi lensa yang nyata) rasanya anda perlu mencari kamera lain.

Mengapa foto saya gelap meski sudah memakai lampu kilat ?

Lampu kilat punya keterbatasan jangkauan, seberapa jauh jangkauan lampu ditentukan dari kekuatan pancaran lampu, yang diistilahkan Guide Number (GN). Lampu kilat tidak dimaksudkan untuk menerangi obyek yang terlalu luas, seperti di dalam aula atau gedung pertemuan. Gunakan lampu kilat untuk menerangi obyek yang dekat, misal berjarak 1 hingga 5 meter dari kamera.

Apakah membiarkan semua setting AUTO itu aman ?

Untuk saat ini bisa dibilang sudah aman. Kamera sudah memiliki metoda metering yang lebih baik, plus kinerja white balance yang juga sudah lebih akurat. Bila kamera anda hanya punya mode AUTO, usahakan pengaturan ISO jangan dibuat AUTO, melainkan manual saja. Gunakan ISO terendah dan naikkan hanya bila perlu.

Untuk apa ada ISO tinggi ?

Terkadang kita dihadapkan pada kondisi pencahayaan yang kurang mencukupi, seperti saat senja atau di dalam ruangan. Saat-saat seperti ini kita perlu merubah nilai ISO ke arah yang lebih tinggi supaya sensitivitas sensor ditingkatkan sehingga kamera lebih peka menangkap cahaya yang kurang. ISO tinggi juga berguna bila kita ingin menaikkan kecepatan shutter misalnya seperti saat ingin membekukan momen cepat seperti aksi olahraga. Misal dengan ISO 100 kita cuma mendapat kecepatan 1/500 detik, maka menaikkan ISO ke 200 akan memungkinkan kita memakai kecepatan shutter 1/1000 detik.

Mengapa hasil foto saya berbintik noise ?

Itulah hasil foto yang diambil dengan ISO tinggi, apalagi kalau kameranya punya sensor kecil. Sensor meningkatkan sensitivitasnya saat ISO dinaikkan, sehingga noisenya ikut naik dan tampak seperti bintik-bintik / grain yang mengganggu. Lebih parah lagi, ada noise lain berupa bintik warna yang sulit dihilangkan walau pakai software pengurang noise.

Apa guna stabilizer ?

Stabilizer dibutuhkan untuk meredam getaran tangan yang terjadi saat memotret, sehingga resiko hasil foto jadi blur bisa dikurangi. Stabilizer semakin diperlukan bila kita memotret memakai kecepatan shutter lambat (sekitar 1/20 detik atau lebih lambat) ataupun saat memakai fokal lensa tele (di atas 100mm). Stabilizer tidak diperlukan bila kita memotret memakai tripod, ataupun memotret dengan kecepatan shutter cukup tinggi (di atas 1/60 detik).

Apakah Digital Stabilizer itu juga sama ?

Tidak. Istilah Digital Image Stabilizer adalah penipuan yang jahat. Ini hanya akal-akalan produsen untuk mengecoh pembeli yang awam. Trik ini hanya menaikkan ISO untuk menaikkan kecepatan shutter sehingga resiko blur bisa dicegah. Pastikan bila anda perlu fitur stabilizer (dan sebetulnya memang perlu) carilah kamera yang memiliki fitur stabilizer pada lensa atau pada sensor.

Bagaimana dengan Digital Zoom ?

Ini juga sama, akal-akalan dari jaman dahulu. Lupakan saja dan fasilitas ini jangan dipakai karena akan merusak kualitas foto yang dihasilkan.

Mengapa foto saya sering blur bila lensa di zoom ?

Pertama, istilah lensa ‘di zoom’ itu salah kaprah. Lensa zoom adalah lensa yang bisa berubah fokal lensanya dari fokal terdekat (wide) ke fokal terjauh (tele). Pertanyaannya seharusnya begini : mengapa foto sering blur bila memakai fokal tele (misal 100mm atau lebih) ? Desain lensa kamera pada umumnya memiliki bukaan diafragma yang semakin mengecil saat lensa ‘di zoom’ ke posisi tele. Hampir semua lensa memiliki bukaan besar saat posisi wide (sekitar f/2.8) namun mengecil di posisi tele (sekitar f/5.6). Bukaan yang lebih kecil akan menyebabkan cahaya yang masuk ke kamera juga berkurang sehingga kamera akan menurunkan kecepatan shutter untuk mengimbangi penurunan cahaya ini. Turunnya kecepatan shutter ini akan berdampak pada mudahnya foto menjadi blur akibat getaran tangan. Ingat, guna mencegah blur, kecepatan shutter jangan lebih lambat dari rumus 1/panjang fokal (misal memakai fokal 100mm maka kecepatan shutter minimal 1/100 detik).

Jenis memori apa yang sebaiknya saya pakai ?

Hampir semua kamera modern memakai memori jenis SD card. Bila hanya untuk foto, apapun jenis memori SD card pada prinsipnya sama. Tapi bila hendak merekam video, apalagi yang resolusi HD, maka memori dengan kecepatan baca tulis yang tinggi mutlak diperlukan. Untuk memudahkan, kini memori diberi kelas seperti kelas 2, kelas 4, kelas 6 dst. Untuk menjamin rekaman video tidak patah-patah, gunakan memori kelas 6 atau lebih. Kini ada juga memori SD card dengan kapasitas tinggi seperti SDHC dan SDXC, perhatikan dulu apakah kamera anda kompatibel dengan memori seperti itu atau tidak.

Mengapa kamera saya terasa lambat ?

Lambat bisa jadi karena prosesor internal kamera memang punya kinerja pas-pasan. Yang paling menyebalkan adalah lambat karena shutter lag, alias jeda saat menekan tombol rana. Kita bisa kehilangan momen karena meski waktu memotret sudah tepat tapi kamera terlambat mengambil gambar. Lambat yang lain adalah shot-to-shot, kita membuang waktu menunggu kamera siap mengambil gambar, setelah kita selesai memotret. Akan lebih parah kalau mode lampu kilat dalam kondisi aktif, bisa jadi kita harus menunggu sampai 7 detik untuk bisa memotret lagi. Kamera DSLR tidak mengalami kasus seperti itu karena prosesornya bertenaga, kalaupun ada jeda shot-to-shot itu karena ada proses JPEG yang berat seperti fitur peningkat dynamic range yang aktif.

Mengapa tanpa lampu kilat hasil foto di ruangan malah lebih terang ?

Saat suasana sekitar mulai redup, kamera akan mengatur eksposur supaya tetap terjaga dalam batas wajar (tidak terlalu gelap tidak terlalu terang). Untuk itu kamera akan melambatkan kecepatan shutter sehingga banyak cahaya yang bisa dimasukkan ke sensor. Inilah yang dinamakan ambient lighting atau pencahayaan alami tanpa lampu kilat. Pastikan tangan kita memegang kamera dengan kokoh, atau gunakan tripod agar tidak goyang saat memotret dengan teknik seperti ini.

Mengapa kadang-kadang kamera saya tidak bisa mengunci fokus ?

Auto fokus pada kamera memakai sistem pendeteksi kontras. Gambar yang ditangkap oleh sensor akan dikirim ke prosesor dalam kamera lalu kamera akan mengevaluasi kontras terbaik dan menganggapnya sebagai fokus yang tepat. Proses ini berlangsung sekitar sekian mili detik hingga dua detik, tergantung bermacam kondisi. Bila kamera diarahkan pada obyek yang tidak kontras, atau obyek yang kurang terang, maka auto fokus kamera akan kesulitan mencari dan mengunci fokus.

Itulah diantaranya beberapa pertanyaan mendasar yang kerap dilontarkan para pemula. Memang untuk memahami lebih dalam tidak akan cukup dengan membaca tanya jawab di atas. Untuk itu di kesempatan sebelumnya kami sudah menyajikan beberapa artikel yang lebih spesifik dalam membahas suatu topik, diantaranya :

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

DSLR buyer’s guide 2010

Tahun 2010 menjadi tahun banjir kamera DSLR baru yang semakin canggih dan sarat fitur. Tren yang berkembang saat ini, DSLR modern sudah dilengkapi dengan fitur movie, ISO yang lebih tinggi dan prosesor kamera yang lebih baik. Semua merk DSLR sudah meluncurkan produk unggulannya di tahun 2010 ini, simak seperti apa kehebatan masing-masing produk dan rekomendasi kami terhadap produk tersebut.

>>> CANON

Canon adalah produsen peralatan foto, audio dan video yang konsisten dalam membuat produk baru dan kuat dalam urusan marketing. Sebagai hasilnya, Canon berhasil membangun ‘brand image’ yang kuat apalagi disaat dunia fotografi semakin berkonvergensi dengan dunia video seperti sekarang. Di dunia DSLR, Canon dengan format EOS masih menjadi merk dengan jajaran produk kamera dan lensa terlengkap saat ini. Di tahun 2010 Canon meluncurkan dua DSLR yang penting yaitu :

EOS 60D : kamera modern untuk kelas menengah

EOS 60D bila dilihat dari namanya merupakan kamera yang seharusnya mewarisi segala kebaikan yang ada di 50D sebagai kamera semi-pro. Namun Canon membuat bingung fansnya saat 60D justru dalam beberapa hal fiturnya justru dibawah 50D. Tapi terlepas dari namanya, EOS 60D adalah kamera yang sangat baik dan dilengkapi berbagai fitur modern, ditujukan bagi mereka yang serius menekuni hobi fotografi. EOS 60D kadang dinobatkan sebagai Super Rebel karena fiturnya diatas 550D namun dibawah 50D apalagi 7D.

60d-depan

Fitur EOS 60D diantaranya :

  • sensor CMOS 18 MP, APS-C
  • 9 titik AF
  • pentaprisma
  • max speed 1/8000 detik
  • burst 5.3 fps
  • HD movie 1080p

Dengan harga jual 10 jutaan body only, EOS 60D kami rekomendasikan untuk anda yang mengejar resolusi tertinggi yang pernah dibuat di keping sensor APS-C sekaligus kinerja tinggi dari sebuah kamera DSLR. Anda yang menyukai kamera dengan layar lipat juga akan menyukai LCD lipat di 60D yang beresolusi 1 juta piksel ini.

EOS 550D : kamera pemula yang semakin baik

EOS 550D adalah kamera Rebel (kelas pemula) yang terbaik dan tercanggih dari Canon, yang sedikit menyempurnakan pendahulunya EOS 500D. Meski seri Rebel terus disempurnakan, generasi ini masih memiliki kesamaan bentuk dan fitur seperti bodi yang kecil berbahan plastik, memakai pentamirror dan kecepatan burst yang terbatas.

canon-eos-550d

Dengan harga 7,5 juta termasuk lensa kit 18-55mm IS, inilah fitur yang akan anda dapatkan :

  • sensor CMOS 18 MP, APS-C
  • 9 titik AF
  • ISO 12800
  • burst 3.7 fps
  • HD movie 1080p

Kami rekomendasikan EOS 550D ini untuk fotografer pemula, atau anda yang perlu kamera dengan sensor resolusi ekstra tinggi namun tidak mengejar kinerja yang serba cepat layaknya EOS 60D. Namun jangan salah, meski kamera ini untuk pemula namun fiturnya sudah hampir menyamai kamera yang kelasnya ada diatasnya.

>>> NIKON

Nikon merupakan legenda fotografi yang terus menghasilkan produk yang berkualitas dan menjadi pesaing dari Canon sejak dulu. Nikon dikenal akan kualitas optik pada semua lensanya, juga mampu membuat kamera dengan bentuk dan ergonomi yang mantap. Di dunia DSLR Nikon juga dikagumi akan kehandalan metering dan auto fokusnya. Mount lensa Nikon F yang tetap dipertahankan sejak 50 tahun lalu membuat semua kamera DSLR Nikon terbaru tetap bisa dipasangi lensa Nikon apa saja (meski belum tentu semuanya bisa auto fokus). Di tahun 2010 Nikon membuat dua gebrakan penting dengan meluncurkan D7000 dan D3100 :

D7000 : DSLR Nikon semi-pro terbaik dalam sejarah

Nikon D7000 boleh dibilang adalah produk DSLR kelas semi-pro terbaik yang pernah dibuat oleh Nikon. Melanjutkan sukses D90, kini Nikon meramu D7000 dengan memadukan sebagian fitur D90 dan sebagian fitur dari D300 yang tergolong kamera profesional. Jadilah D7000 ini kamera yang bakal meraih popularitas seperti D90 di tahun lalu.

d7000_18_105

Beberapa fitur dari kamera seharga 12 juta (body only) atau 15 juta kit 18-105mm VR diantarnya :

  • sensor CMOS 16 MP, APS-C
  • 39 titik AF
  • pentaprisma
  • 2016 titik metering
  • burst 5.3 fps
  • HD movie 1080p
  • wireless flash

Kami merekomendasikan D7000 untuk anda yang awalnya berencana membeli DSLR Nikon kelas menengah D90 atau bahkan kelas pro seperti D300. Anda yang punya koleksi lensa Nikon lama juga akan tetap bisa merasakan kemudahan dengan adanya dukungan lensa lama di D7000 ini.

D3100 : akan mengulang sukses D40 sebagai DSLR pemula populer

Nikon D3100 adalah DSLR pemula paling mengesankan yang pernah dibuat oleh Nikon, dengan merubah banyak hal yang ada pada pendahulunya D3000. Selain merubah sensor dari CCD 10 MP ke CMOS 14 MP, D3100 juga akhirnya membenamkan fitur full HD movie yang mampu auto fokus saat merekam video. Namun sebagaimana layaknya DSLR pemula Nikon lain, D3100 juga tidak dilengkapi dengan motor fokus sehingga terpaksa tidak bisa auto fokus bila dipasangi lensa Nikon lawas.

d3100_tb1

Nikon D3100 memiliki fitur unggulan seperti :

  • sensor CMOS 14 MP, APS-C
  • 11 titik AF
  • ISO 12800
  • burst 3 fps
  • HD movie 1080p

Kami merekomendasikan Nikon D3100 untuk para pemula yang sedang memulai hobi fotografi, atau anda yang belum pernah memiliki lensa Nikon lawas, atau anda yang mencari kamera DSLR yang bisa merekam full HD movie dengan harga terjangkau. D3100 dijual seharga 6,5 juta dengan lensa kit 18-55mm VR.

>>> SONY

Sony adalah nama baru di dunia DSLR yang serius menantang pemain lama dengan modal kehebatan mereka dalam manufaktur mikrochip dan kematangan pengalaman dalam dunia audio video. Dengan modal kuat, Sony terus menekan pasar dan berharap bisa masuk 3 besar di tahun mendatang. Tak heran karena Sony sebetulnya mengakuisisi Konica Minolta yang berpengalaman dalam dunia SLR film. Tak seperti Nikon dan Canon, Sony membenamkan fitur stabilizer di bodi, artinya semua lensa Alpha mount yang dipasang bisa mendapat manfaat dari stabilizer ini. Bahkan Sony menjadi produsen pertama dan  satu-satunya yang mampu membuat sistem stabilizer pada sensor full frame saat tahun lalu meluncurkan A850/A900. Di 2010 Sony seperti biasa meluncurkan produk secara berpasangan, yaitu A55/A33 dan A580/A560 :

Alpha A55/A33 : cepat berkat inovasi cermin semi-transparan

Inilah DSLR modern sesungguhnya yang dengan cerdas mengatasi dilema adanya cermin dalam DSLR. Daripada mengikuti desain konvensional yang cerminnya naik turun, A55/A33 memakai cermin fix yang semi transparan, sehingga auto fokus bisa tetap memakai phase detect saat mode live-view bahkan saat merekam video. Keuntungan lain adalah dimungkinkannya memakai kecepatan burst tinggi tanpa harus mendesain mekanik cermin yang rumit. Sebagai catatan, kamera semacam ini tidak lagi memiliki jendela bidik optik. Sebagai gantinya ada jendela bidik elektronik dengan LCD.

sony-a55v

Berikut fitur dari A55/A33 :

  • Translucent mirror
  • 16 MP (A55) dan 14 MP (A33), APS-C
  • ISO 12800
  • 15 titik AF
  • memakai EVF (ElectronicView Finder) 1.44 juta piksel
  • HD video 1080i 60fps AF
  • layar LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • 10 fps

Kami rekomendasikan A55/A33 untuk anda yang suka mencoba hal-hal baru dalam fotografi, atau yang menghendaki kinerja cepat dari kamera yang relatif murah. Kapan lagi ada DSLR seharga kurang dari 8 juta yang bisa memotret burst 10 fps?

Alpha A580/A560 : live-view cepat dengan sensor terpisah

Alpha A580 dan A560 adalah penerus Alpha A550/A500 yang sukses dengan sistem live-view memakai sensor terpisah. Keuntungannya, kita bisa merasakan live-view dengan metoda phase detect yang cepat, cukup dengan menggeser tuas modus live-view. Meski A580/A560 bisa dikategorikan kamera DSLR kelas menengah, namun ditinjau dari segi harga keduanya masih tergolong kelas pemula.

sony_a580

Berikut fitur dari A580/A560 :

  • 16 MP (A580) dan 14 MP (A560), APS-C
  • ISO 12800
  • 15 titik AF
  • live-view dengan sensor terpisah
  • HD video 1080i 60fps
  • layar LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • 7 fps

Di tahun lalu Sony sudah meluncurkan berbagai DSLR murah seperti seri A200, A300 hingga A400 namun dengan harga jual A560 yang ada di kisaran 7 jutaan, rasanya A560 sudah menjadi pilihan terbaik untuk pemula hingga menengah. Kami rekomendasikan A580/A560 bagi mereka pecinta Sony yang tidak menyukai jendela bidik elektronik pada A55/A33, atau bagi siapapun yang mencari kamera DSLR Sony terbaik di kelas pemula.

>>> PENTAX

Pentax merupakan pemain lama yang cukup kedodoran dalam mengejar kompetisi di kancah DSLR meski kerap membuat kejutan dengan produknya yang bisa mencuri perhatian para fotografer. Pentax dikenal memiliki jajaran lensa prime yang unik dan berkualitas tinggi. Semua kamera DSLR Pentax memiliki stabilizer di bodi, artinya semua lensa yang dipasang bisa mendapat manfaat dari stabilizer ini.  Satu produk Pentax yang cukup populer di tahun lalu adalah Pentax K-x, kamera DSLR pemula pertama yang dilengkapi dengan fitur video HD. Kini Pentax menjajal peruntungannya bersaing di tengah ketatnya kompetisi DSLR dengan dua produk unggulan yaitu Pentax K-5 dan K-r :

K-5 : kamera flagship dari Pentax

Laksana sebuah tank, Pentax K-5 sebagai DSLR tercanggih dari Pentax, sanggup meladeni pemakainya di segala kondisi. Bodinya kokoh, dilengkapi seal kedap air untuk pemakaian di kala hujan dan lembab. Pentax K-5 merupakan penerus dari K-7 dan kini memiliki kecepatan burst luar biasa dengan 7 fps.

pentax_k5_18-135

Fitur K-5 diantaranya :

  • sensor CMOS 16 MP, APS-C
  • 11 titik AF
  • 77 segmen metering
  • pentaprisma
  • burst 7 fps
  • HD movie 1080p 25fps

Inilah DSLR Pentax dengan resolusi tertinggi yaitu 16 MP dan juga tercepat yaitu 7 fps. Bila anda mencari kamera terbaik yang pernah diproduksi oleh Pentax, jangan ragu memilih K-5 ini. Harga jualnya cukup fantastis dan setara dengan EOS 7D di kisaran 15 juta body only, sepadan dengan bodi kokohnya dan fitur terbaiknya.

K-r : kamera pemula yang semakin cepat

Pentax K-r ditujukan untuk meneruskan sukses Pentax K-x (dan sebelumnya K-m) sebagai DSLR pemula. Meski masih memakai sensor beresolusi yang sama seperti K-x yaitu 12 MP, kini Pentax K-r sudah mengatasi kendala di K-x yang tidak bisa menampilkan lampu indikator titik fokus di jendela bidik. Peningkatan besar yang digaungkan Pentax pada K-r adalah kecepatan burst yang luar biasa, yaitu 6 fps dan menurut catatan kami inilah burst tertinggi di kelas DSLR pemula (yang umumnya hanya 3 fps). Selain itu inilah DSLR pemula yang bisa memotret dengan shutter ekstra cepat 1/6000 detik, mendekati kemampuan DSLR menengah yang bisa 1/8000 detik.

pentax-k-r

Berikut spesifikasi Pentax K-r :

  • sensor CMOS, 12 MP
  • cepat dengan 6 fps
  • HD movie 720p 24 fps
  • 11 titik AF (bisa menyala)
  • 16 segmen metering
  • in camera HDR

Kami rekomendasikan Pentax K-r bagi siapa saja yang mencari kamera lengkap, cepat dan terjangkau. Jangan ragu soal kualitas kamera Pentax dan lensanya, meski di tanah air peminatnya tidak terlalu banyak. Harga jualnya relatif sama seperti DSLR pemula merk Canon maupun Nikon di kisaran 7 jutaan lengkap dengan lensa kit 18-55mm.

>>> OLYMPUS

Olympus adalah produsen yang menggagas konsep DSLR yang murni bukan dari modifikasi kamera SLR film, untuk itu mereka membuat konsep Four Thirds dengan crop factor 2x. Format ini sendiri kini dikabarkan semakin tidak jelas sejak Olympus juga mengurusi format micro Four Thirds. Olympus memiliki jajaran lensa Zuiko yang lengkap namun agak mahal apalagi untuk lensa widenya. Di tahun ini Olympus hanya memproduksi satu DSLR yaitu E-5.

E-5 : kamera profesional yang agak terlambat hadir

Sebagai kamera kelas pro, E-5 masih mempertahankan semua hal baik yang ada di E-3 terutama ketangguhan bodi berbahan magnesium alloy yang kokoh plus weathersealed. Kamera yang shutternya mampu dipakai hingga 150 ribu kali jepret ini diklaim memiliki kecepatan auto fokus tercepat di dunia meski ‘hanya’ didukung oleh modul AF yang memiliki 11 titik (semuanya cross type). Inilah kamera tercanggih dengan sensor Four Thirds (crop factor 2x) yang ditunggu-tunggu pecinta Olympus, sayang kehadirannya agak terlambat karena pesaing sudah lebih dulu memperkenalkan produk mereka.

oly-e-5

Berikut spesifikasi lengkapnya :

  • 12.3 MP Live MOS sensor (4/3 crop factor 2x)
  • Sensor-shift Image Stabilizer (IS)
  • LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • pentaprisma
  • 11 titik AF
  • ISO 6400
  • HD movie 720p, 30fps
  • wireless flash

Sebagai pendamping E-5, tersedia lensa Zuiko Digital 12-60mm f/2.8-4.0 SWD.

Itulah daftar DSLR yang dibuat di tahun 2010 ini, berikut rekomendasi kami. Semua kamera sama baiknya, anda tidak perlu menanyakan mana yang lebih bagus. Anda cukup menentukan fitur apa yang anda butuhkan, berapa dana yang anda sediakan dan kebutuhan lensa ke depan akan lebih ke jenis lensa apa.

Berikut tabel perbandingan yang kami susun sebagai rangkuman artikel di atas, kalau hurufnya terlalu kecil tabel dibawah ini bisa diklik untuk melihat dalam ukuran aslinya.

clipboard-1

Bila anda suka artikel ini dan hendak membantu kami dalam operasional pemeliharaan website (biaya internet, hosting, domain dsb) pertimbangkan membeli produk fotografi melalui kami yang telah didukung oleh sponsor situs ini, yaitu Tokocamzone. Dengan membeli melalui kami, anda sudah ikut membantu kami untuk terus membantu pembaca lainnya dengan membuat artikel bermutu.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Lensa Tamron 70-300mm baru dengan stabilizer dan motor micro

Lensa 70-300mm tergolong lensa tele-zoom yang populer. Tamron sebagai produsen lensa 3rd party yang sering membuat produk yang sukses di pasaran juga punya produk lensa dengan rentang 70-300mm ini. Namun Tamron yang kala itu bermaksud membuat lensa tele murah meriah, tidak membenamkan fitur stabilizer pada lensanya. Setelah sang kompetitor yaitu Sigma meluncurkan lensa 70-300mm dengan stabilizer (yang baru saja kami review), kini Tamron pun meluncurkan produk sejenis yang dilengkapi dengan stabilizer. Lebih lagi, Tamron juga melengkapi lensa ini dengan motor AF untuk menjamin kompatibilitas dengan DSLR Nikon entry-level. Hebatnya, motor AF di lensa Tamron ini menggunakan sistem ultrasonic (seperti USM milik Canon dan SWM milik Nikon) yang bersuara halus dan bekerja lebih cepat.

tamron-70-300-vc

Nama lensa baru ini adalah Tamron SP 70-300mm f/4-5.6 Di VC USD yang sementara baru tersedia untuk mount Nikon, rencana akan dilepas di kisaran harga 4 jutaan, atau sekitar 1 juta lebih murah dari lensa Nikon AF-S 70-300mm VR. Lensa ini memiliki 17 elemen yang tersusun dalam 12 grup, meski secara optik mungkin lensa Nikon masih lebih superior, namun secara fitur bisa dibilang semua kemampuan lensa Nikon bisa disamai oleh lensa Tamron ini.

Cara kerja VC
Cara kerja VC (credit : Tamron)

Beberapa fitur unggulan lensa ini diantaranya :

  • memakai stabilizer optik (VC-Vibration Compensation) dengan tiga koil yang diklaim sanggup bekerja hingga 4 stop
  • memakai motor fokus bertipe USD (Ultrasonic Silent Drive) yang bukan hanya cepat dan bersuara halus dalam mengunci fokus, namun juga memungkinkan dilakukannya manual fokus langsung dengan memutar ring fokus tanpa memindah tuas AF-MF
  • memakai sistem internal focusing sehingga tidak ada elemen depan lensa yang berputar saat mencari fokus
  • bisa dipakai untuk DSLR APS-C maupun DSLR full frame
  • memakai elemen lensa XLD (Extra Low Dispersion) untuk kontras dan ketajaman yang prima
  • tersedia jendela focusing scale untuk membantu mengukur jarak terhadap obyek yang difoto

Tak dipungkiri satu fitur yang paling mengesankan dari lensa Tamron 70-300mm ini adalah motor USD. Inilah kali pertama Tamron melengkapi lensanya dengan motor ini, dan inilah yang membedakan Tamron 70-300mm dengan pesaingnya Sigma 70-300mm yang hanya dilengkapi dengan motor biasa. Dikutip dari web resmi Tamron, fitur USD bekerja seperti ini :

Tamron’s USD works with high-frequency ultrasonic vibrations which are produced by a ring called a ‘stator’. Energy from the vibrations is used to rotate an attached metallic ring known as a ‘rotor’. Piezoelectric ceramic, an element that produces ultrasonic vibrations when voltage of a specific frequency is applied is arranged in a ring formation on the stator. This electrode configuration of piezoelectric ceramic causes two ultrasonic vibrations to occur in the stator.

By effectively combining these two ultrasonic vibrations, it is possible to convert the energy from the vibrations that produced simple motion into energy known as ‘deflective traveling waves’, which then moves around the circumference (rotation direction) of the ring.

With the USD, the friction between these deflective traveling waves created on the metallic surface of the stator and the surface of the rotor produce force, causing the rotor to rotate. The focusing ring of the lens, which is linked to the rotor, is thus moved, creating a fast and smooth auto-focus drive.

Kami menantikan hadirnya produk ini di pasaran dan penasaran dengan kualitas optiknya dan kinerja fitur USD dan VC-nya. Tapi diatas kertas inilah lensa tele yang paling sarat fitur yang pernah dibuat oleh produsen lensa alternatif.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Review : Lensa Sigma 70-300mm DG OS

Inilah review kami terhadap lensa tele buatan Sigma yang punya nama lengkap Sigma 70-300mm f/4-5.6 DG OS yang kehadirannya diumumkan September tahun silam. Rentang fokal 70-300mm memang identik dengan rentang tele populer yang disukai para pencari lensa tele. Sigma sendiri sudah membuat beberapa versi lensa 70-300mm dan inilah versi terbaru mereka, cocok dipakai oleh pemilik DSLR crop sensor ataupun full-frame.

sigma_70_300_os

Saat ini jajaran lensa tele 70-300mm yang dimiliki Sigma cukup banyak disesuaikan dengan kebutuhan pembelinya, diantaranya :

  • Sigma 70-300mm : paling murah
  • Sigma 70-300mm APO : lebih mahal, dengan ekstra lensa ED
  • Sigma 70-300mm OS : paling mahal, dengan stabilizer

Sigma melakukan langkah yang tepat dengan membenamkan fitur stabilizer OS pada lensa 70-300mm OS ini, meski untuk itu harga jual lensa ini terpaksa naik hampir dua kali lipatnya.  Sayangnya lensa ini tidak lagi memiliki fitur makro seperti lensa non OS sehingga hilanglah kemampuan lensa ini dalam mengunci fokus pada benda yang berada dekat dengan kamera.

Pada produk yang kami coba (Nikon-mount) telah dilengkapi dengan motor fokus untuk menjamin kompatibilitas dengan DSLR Nikon entry level semisal D5000/D3000. Namun motor pada lensa ini bukan motor HSM khas Sigma melainkan motor biasa (seperti pada lensa Canon non USM) yang bersuara keras dan tidak terlalu cepat dalam mencari fokus. Kami mencoba auto fokus lensa ini di kamera Nikon D40 dan tidak ada masalah dengan sistem auto fokus di lensa ini, kamera dan lensa berkomunikasi dengan baik tanpa masalah.

d40-sigma-70-300mm

Kesan pertama

Lensa Sigma 70-300mm memiliki desain yang tergolong standar dengan kualitas rancang bangun yang cukup baik. Terdapat dua putaran di lensa ini yaitu untuk zoom dan untuk manual fokus. Putaran zoom terasa seret dan agak berat, sementara putaran manual fokus lebih terasa ringan. Sayangnya elemen depan lensa ini yang punya diameter filter 62mm ikut berputar saat mencari fokus.  Ada dua tuas di sisi kiri lensa yaitu On-Off sistem stabilizer OS dan tuas AF-M untuk auto fokus – manual fokus. Semua lensa Sigma memakai mount berbahan logam, tak terkecuali lensa ini juga memakai mount logam yang kokoh dan kuat.

Elemen optik dan fokus

Susunan optik Sigma 70-300mm terdiri dari 16 elemen dalam 11 grup, memiliki 9 blades diafragma dengan bukaan maksimal f/4 (di 70mm) dan f/5.6 (di 300mm) dan bukaan minimum f/32. Lensa berbobot 600 gram ini hanya mampu mengunci fokus ke obyek yang berada 1,5 meter di depannya, akibat dihilangkannya fitur makro yang dijumpai di lensa Sigma 70-300mm versi sebelumnya. Dalam paket penjualannya disertakan juga lens hood untuk mencegah flare.

Rentang fokal lensa Sigma ini adalah 70-300mm yang setara dengan 105-450mm pada kamera APS-C. Pada posisi fokal 70mm, lensa ini berada di dimensi terpendeknya yaitu 12 cm dan lensa ini akan semakin memanjang saat dizoom dan terukur panjangnya menjadi 18 cm saat di zoom ke posisi 300mm. Panjang lensa ini masih bisa bertambah sedikit bila ring manual fokus diputar. Ring fokus sendiri berfungsi bila kita ingin memakai manual fokus, dan tuas AF-M dipindah ke posisi M. Putaran manual fokus cukup presisi dan nyaman, sayangnya elemen lensa di depan harus maju mundur dan ikut berputar. Lampu konfirmasi fokus di viewfinder (titik berwarna hijau) akan menyala bila fokus terbaik telah didapat saat proses manual fokus.

Lensa ini memiliki bukaan aperture maksimal f/4 pada posisi 70mm, lalu berturut-turut mengecil menjadi f/4.8 pada posisi 100mm, f/5 pada posisi 135mm, f/5.3 pada posisi 200mm dan f/5.6 pada posisi 300mm. Bukaan terkecil dari lensa ini adalah f/32 dimana pastinya telah terjadi efek difraksi yang nyata bila kita memakai bukaan sangat kecil.

Zoom power

Pengujian pertama yang kami lakukan adalah melihat picture angle pada posisi fokal ekstrim 70mm dan 300mm, inilah hasilnya.

Ketajaman dan Difraksi

Selanjutnya kami menguji ketajaman dan efek difraksi yang terjadi untuk beberapa macam bukaan lensa (fokal lensa 200mm) mulai f/5.3 hingga f/32 dan inilah hasilnya. Seperti yang telah kami duga, ketajaman lensa ini pada fokal 200mm masih sangat baik, dan perbedaan ketajaman antara f/5.3 dan f/8 hampir sulit dibedakan. Mulai f/16 didapat latar yang semakin jelas dan mulai muncul kesan penurunan ketajaman akibat bukaan kecil. Pada f/22 danf/32 obyek yang difoto sudah semakin blur namun latar justru semakin tampak jelas.

Ini gambar aslinya :

Dan ini hasil crop untuk berbagai bukaan diafragma :

crop1

crop2

crop3

crop4

crop5

Optical Stabilizer test

Satu hal yang paling membuat penasaran banyak pihak adalah kemampuan OS dari lensa ini (yang diklaim mampu hingga 4 stop). Pengujian kami lakukan pada posisi fokal 200mm dan kecepatan 1/40 detik dengan mengambil dua gambar (satu OS posisi off, satu posisi on). Dalam kondisi tanpa stabilizer, diperlukan setidaknya kecepatan 1/200 detik bila memakai fokal 200mm. Maka kami anggap menguji kinerja stabilizer lensa ini dengan kecepatan 1/40 detik masih cukup fair, karena sudah 2 stop lebih rendah dari 1/200 detik. Foto sebelah kiri adalah hasil yang didapat dengan OS off, tampak blur akibat getaran tangan. Sedangkan foto sebelah kanan tampak tajam berkat fitur OS on.

os-test

Bokeh test

Lensa tele memiliki keindahan bokeh yang mendekati lensa prime meski tentu untuk itu perlu memakai fokal terjauh dan bukaan terbesar. Kami coba mencari tahu bokeh yang dihasilkan pada fokal 300mm dan f/5.6 dan inilah hasilnya.

bokeh

Fringing test

Purple fringing adalah hal yang umum terjadi saat kamera menangkap obyek dengan perbedaan kontras tinggi terutama pada posisi fokal terpendeknya, dan lensa ini pun tak luput dari masalah serupa. Muncul kesan warna keunguan pada batas tepi daun dan hal ini bisa diminimalisir dengan memakai fokal yang lebih panjang atau bukaan lebih kecil.

fringing

Kesimpulan

Lensa third party seperti lensa Sigma ini merupakan pilihan kedua apabila lensa semerk seperti Canon atau Nikon dirasa diluar dari budget, memang secara optik dan kualitas bodi memang tidak bisa sebaik lensa aslinya. Namun lensa Sigma 70-300mm OS ini punya bandrol harga yang berbeda tipis dengan misalnya Nikon AF-S 70-300mm VR yang membuatnya terasa terlalu mahal. Bila anda memerlukan lensa 70-300mm yang terjangkau, lensa Sigma non OS (seperti Sigma APO) bisa dibeli dengan harga 2 jutaan, adapun kualitas optik antara Sigma non OS dan Sigma OS kami yakin relatif sama.

Lensa Sigma 70-300mm OS ini secara umum memiliki performa optik yang baik, ketajaman yang baik (terutama di fokal 70mm hingga 200mm) dan relatif aman dari masalah lensa seperti flare dan purple fringing. Karakter warna yang dihasilkan cukup natural dengan kontras yang memuaskan. Lensa ini juga memiliki fitur wajib lensa tele yaitu stabilizer optik yang efektif setidaknnya untuk 2 stop. Ada dua hal yang kami sayangkan pada lensa ini, pertama tidak digunakannya motor HSM untuk auto fokus, kedua adalah dihilangkannya fitur makro yang sangat berguna.

Dengan harga 4 jutaan anda bisa memiliki lensa ini, atau anda bisa menabung lagi untuk membeli lensa Canon 75-300mm IS USM/Nikon 70-300mm VR yang lebih baik, atau menunggu hadirnya Tamron 70-300mm dengan VC (stabilizer optik) dan motor USD (Ultrasonic Silent Drive) yang secara umum sekelas dengan Sigma 70-300mm ini.

Utuk contoh hasil foto lainnya bisa dilihat disini (klik untuk resolusi asli 6 MP) :

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..