Alternatif lensa kit standar untuk kamera DSLR

Setiap kamera digital dijual dengan dua opsi pilihan : body only atau dipaketkan dengan lensa kit. Kebanyakan kamera DSLR ekonomis adalah sudah paket plus lensa kit, bahkan ada yang dobel kit (tambah lensa tele). Lensa kit yang dipaketkan beragam jenisnya, walau umumnya punya kesamaan ciri yaitu lensa kecil dengan jenis standar zoom, rentang fokal 18-55mm dan bukaan f/3.5-5.6 plus anti getar (VR/IS dsb).

Di artikel terdahulu kami pernah membahas tentang plus minus lensa kit, yang bisa jadi ada hal-hal yang membuat kita kurang puas saat memakainya. Saat itulah mungkin kita akan bertanya-tanya, apakah lensa ini mau tetap dipakai atau diganti. Bila memang ingin mencari lensa lain untuk menggantikan lensa kit, berikut kami sajikan beberapa alternatif yang bisa anda baca :

Lensa sapu jagat

Lensa dengan istilah yang unik ini maksudnya adalah lensa superzoom, dengan fokal yang serba-bisa dari wide (misal 18mm) hingga tele (misal 200mm atau bahkan 300mm). Dengan satu lensa ini saja kita bisa maksimalkan untuk berbagai kebutuhan seperti pemandangan, liputan, potret maupun candid. Pilihan yang umum biasanya Canon EF-S 18-200mm (gambar di bawah ini), Nikon AF-S 18-200mm (dan kini ada juga yang 18-300mm), lalu ada Sigma dan Tamron juga bisa dicoba (misal 18-250mm). Semua lensa di kategori ini semestinya sudah dilengkapi dengan fitur anti getar karena fokal telenya akan rawan getaran tangan saat memotret.

canon-ef-s-18-200mm-f35-56-is

Kekurangan lensa ini adalah harganya cukup tinggi (6-10 jutaan) dan ukurannya cukup besar. Saat memakai fokal paling tele, lensa ini bisa memanjang sampai 2x lipat. Selain itu kualitas optiknya juga pas-pasan, walau bukan berarti jelek.

Lensa all-around

Lensa kategori ini hampir sama dengan lensa sapu jagat, tapi rentang fokalnya lebih pendek khususnya dalam hal kemampuan telenya. All-around juga bisa diartikan lensa serba guna (general purpose), yang mencakup dari wide (18mm) hingga agak tele (misal 70mm). Lensa dengan fokal seperti ini cocok untuk pemandangan hingga potret, tapi bukan untuk kebutuhan tele yang jauh. Lensa ini harganya lebih terjangkau dibanding lensa sapujagat/superzoom, di kisaran 4-6 jutaan dan kualitas optiknya relatif bagus. Fitur anti getar umumnya sudah disematkan di lensa kategori all-around.

nikon-nikkor-16-85mm-vr

Kenapa lensa semacam ini dipilih untuk menggantikan lensa kit, alasan utamanya adalah dalam hal kualitas bodinya. Lensa di kelas ini punya bodi yang lebih mantap, mount logam, motor fokus yang lebih handal dan manual fokus yang lebih nyaman. Pilihan di kelas ini adalah Canon EF-S 15-85mm, Nikon AF-S 16-85mm (contoh gambar di atas) dan Sigma 17-70mm DC. Kekurangan lensa ini adalah, bila kekampuan telenya belum membuat anda puas, anda akan perlu membeli satu lensa khusus tele zoom seperti 70-300mm.

Lensa standar bukaan besar

Lensa di kelas ini punya ciri bukaan maksimumnya besar (f/2.8) dan konstan (dari wide hingga tele bukaan maksimumnya tetap besar). Jangan heran karena itulah harga lensa seperti ini bisa berkali-kali lipat dari harga lensa kit (asumsi harga lensa kit adalah 2 juta). Nikon misalnya, punya lensa AF-S 17-55mm f/2.8 yang harganya diatas 10 juta, demikian juga dengan Canon. Alternatif hemat ada Sigma 17-50mm f/2.8 seharga 6 juta dan dari Tamron di kisaran 4 juta. Paling terjangkau adalah Tamron AF 17-50mm f/2.8 non VC yang dijual dibawah 3 juta, seperti gambar di bawah ini :

tamron-17-50mm

Keuntungan lensa ini adalah bukaan besar bisa membantu mendapat foto yang terang walau cahaya kurang, lalu bisa dapat bokeh yang lebih blur dan kualitas optiknya relatif paling baik dibanding lensa sekelasnya. Maka itu lensa seperti ini sering dipakai untuk liputan khususnya wedding. Kekurangannya adalah harganya mahal dan rentang fokalnya cukup pendek (hanya sampai 55mm) jadi persis sama dengan lensa kit 18-55mm.

Kesimpulan

Lensa kit, seperti lensa 18-55mm f/3.5-5.6 pada dasarnya sudah mencukupi untuk berbagai kebutuhan fotografi sehari-hari, ditinjau dari fokal, bukaan dan kualitas optik. Tapi saat kita ingin mengganti lensa kit itu, pilihan terbagi tiga skenario :

  • mengutamakan rentang fokal (supaya cukup bawa satu lensa) : pilih lensa super zoom
  • mencari lensa ‘tengah-tengah’ (dari rentang fokal, harga dan kualitas) : pilih lensa all round
  • mengutamakan bukaan besar (atau bisa juga karena mengutamakan hasil foto) : pilih lensa standar bukaan besar

manapun yang anda pilih, ketiga kelompok ini memiliki kesamaan di rentang fokal yang standar yaitu mulai dari 16/17/18mm hingga suatu nilai tele tertentu. Perlu diingat adakalanya kita juga butuh lensa wide yang lebih lebar misal 10mm hingga 16mm (kategori ultra-wide), adakalanya kita juga perlu lensa dengan bukaan ekstra besar (misal f/1.8) sehingga perlu juga punya lensa fix (prime). Kesamaan lainnya adalah semua lensa di sini didesain khusus kamera DSLR dengan sensor APS-C, yaitu dengan diameter bidang gambar yang lebih kecil dari sensor full frame. Kami tidak mengulas lensa berjenis full frame, walau boleh-boleh saja anda beli lalu dipasang di kamera APS-C anda, misal lensa Canon 17-40mm f/4 L (yang sejatinya adalah lensa wide untuk DSLR Canon full frame).

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..