Review : Lensa Tokina AT-X 12-24mm f/4 Pro DX II

Kali ini kami sajikan satu lagi review lensa Tokina yang mungkin kurang begitu dikenal di kalangan fotografer yaitu Tokina SD 12-24mm f/4 (IF) DX AT-X Pro II. Dari rentang fokalnya kita tahu kalau lensa ini termasuk ke dalam kelas lensa wideangle dimana fokalnya bermula dari ultra wide 12mm dan berakhir di ‘agak wide’ 24mm. Lensa ini dijual sedikit lebih murah daripada lensa 11-16mm f/2.8 yang kami review dua tahun lalu. Simak bagaimana kesan kami terhadap lensa ini, dan bagaimana lensa ini berada di tengah kompetisi ketat antar lensa wide alternatif.

tokina-side2

Tentang lensa wide alternatif

Tokina, seperti juga Sigma dan Tamron, adalah produsen lensa alternatif untuk Canon, Nikon dan DSLR lainnya. Urusan wideangle menjadi tantangan tersendiri sejak sensor APS-C hadir satu dekade silam. Alasannya karena crop factor dari sensor membuat lensa wide bisa jadi tidak lagi wide, misal lensa 28mm di kamera film akan setara dengan 42mm di sensor APS-C. Untuk itu setiap produsen lensa berlomba membuat lensa yang lebih wide lagi. Sepuluh tahun yang lalu, Nikon mulai memperkenalkan lensa wide untuk APS-C dengan lensa AF-S 12-24mm f/4 dengan harga yang cukup mahal, sedangkan Canon meluncurkan lensa serupa yaitu EF-S 10-22mm f/3.5-4.5 yang harganya lebih terjangkau. Tak lama berselang Nikon kembali membuat lensa wide baru AF-S 10-24mm f/3.5-4.5 untuk bisa menyamai fokal wide 10mm Canon. Saat ini harga lensa wide khususnya merk Nikon berada di kisaran 8-9 jutaan yang mungkin terasa mahal bagi kebanyakan fotografer non profesional.

tokina-back

Untuk mereka yang ingin mencoba lensa wide tapi tidak mau merogoh kocek terlalu dalam, lensa alternatif hadir dengan rentang fokal yang mirip, seperti :

  • Sigma 12-24mm f/4.5-5.6 dan 10-20mm f/4-5.6 (versi lain ada yang f/3.5)
  • Tamron 11-18mm f/4.5-5.6 dan 10-24mm f/3.5-4.5
  • Tokina 11-16mm f/2.8 dan Tokina 12-24mm f/4

Jadi kalau ditinjau dari pilihan diatas, hanya Tokina yang tidak mampu mencapai fokal 10mm di posisi paling widenya. Merk lain seperti Canon, Nikon, Sigma dan Tamron semua punya lensa yang dimulai dari 10mm. Bisa dibilang lensa Tokina 12-24mm f/4 yang kami uji kali ini adalah copy paste dari lensa Nikon AF-S 12-24mm f/4 buatan 10 tahun silam karena sama persis fokal dan diafragmanya. Uniknya, saat ini lensa Nikon AF-S 12-24mm f/4 sudah tidak diproduksi, sehingga praktis Tokina 12-24mm f/4 adalah satu-satunya lensa wide dengan bukaan konstan f/4 yang masih bisa ditemui di pasaran saat ini. Secara segmentasi lensa alternatif di kelompok lensa wide bukaan konstan,  Tokina 12-24mm  f/4 ini adalah yang termurah dibandingkan dengan lensa Sigma 10-20mm f/3.5 dan Tokina 11-16mm f/2.8. Tapi bila diadu dengan lensa wide bukaan variabel, Tokina ini 1 juta lebih mahal daripada Sigma 10-20mm f/4-5.6 dan Tamron 10-24mm f/3.5-4.5.

Tinjauan fisik

Lensa Tokina 12-24mm f/4 memiliki rancang bangun yang solid, dengan mount logam yang kokoh, bodi yang tidak terkesan murahan serta adanya distance scale window yang sangat bermanfaat. Dalam paket penjualannya disediakan sebuah lens hood untuk mencegah flare akibat sinar dari samping yang masuk ke lensa. Lensa yang kami uji adalah untuk mount Nikon, dan karena lensa ini adalah lensa generasi kedua (ada kode II) maka lensa ini kompatibel dengan D40 hingga D5100, alias bisa auto fokus dengan lancar. Tapi teknologi motor fokusnya tidak sama seperti motor SD-M (Silent Drive Module) seperti yang dipakai di lensa Tokina kelas atas. Kutipan dari situs Tokina :

The Nikon mount AT-X 124 PRO DX II has a built-in AF motor drive. The motor inside the lens was loaded onto the Nikon mount specification anew. The AF operates smoothly and quietly due to a DC motor that uses a new AF control gear assembly. With the built-in motor, the lens can be used in AF mode with the Nikon D60 and D40 and other silent wave bodies.

Berikut spesifikasi lensa Tokina 12-24mm f/4 II :

  • rentang fokal : 12-24mm (setara dengan 18-35mm pada sensor APS-C)
  • bukaan maksimal : f/4 (pada seluruh panjang fokal)
  • bukaan minimal : f/22
  • jumlah blade diafragma : 9 blade
  • optik : 13 elemen dalam 11 grup
  • fokus terdekat : 30 cm (1 : 8 rasio reproduksi maksimum)
  • diameter filter : 77 mm
  • motor fokus : ada (untuk Canon dan Nikon termasuk D40-D5100)
  • buatan Jepang

Adapun arti dari kode-kode pada lensa Tokina 12-24mm ini diantaranya :

  • AT-X : Advanced Technology – Extra (lensa terbaik dari Tokina)
  • SD : elemen lensa Super Low Dispersion untuk ketajaman ekstra
  • IF : Internal Focusing, elemen lensa fokus yang berputar di dalam
  • DX : didesain untuk sensor APS-C, tidak untuk DSLR full frame
  • II : generasi kedua dengan motor fokus untuk Nikon D40-D5100

Lensa Tokina 12-24mm memiliki rancang bangun dan material bodi yang baik, berkesan profesional. Putaran zoom terasa mantap dan arah putarannya sama seperti lensa Nikon (kebalikan lensa Canon). Tidak ada bagian lensa yang bergerak maju mundur saat lensa di zoom. Putaran fokus manual ada di bagian depan lensa, beserta distance scale windows yang terbaca dengan jelas. Ada satu hal yang unik dari beberapa lensa Tokina (termasuk lensa ini), yaitu bila pada umumnya selektor auto fokus di lensa lain memakai tuas, di lensa ini justru dengan menggeser ring manual fokus pada bagian depan lensa. Tokina menyebutnya dengan ‘One touch focus clutch mechanism’. Artinya bila ingin beralih dari auto fokus ke manual fokus, cukup geser ring manual fokus ke arah dalam. Praktis dan cepat, tak perlu lagi mencari letak tuas dan menggesernya. Auto fokus di lensa ini terasa cepat, hampir menyamai kecepatan motor HSM milik Sigma. Hanya saja suara motornya masih terdengar lumayan keras, meski tidak sekeras suara motor lensa Tamron atau Canon non USM. Lensa berbobot setengah kilogram ini memakai mount logam, dan bahkan bodinya pun berbalut logam, bukan plastik.

Tinjauan optik

Fokal lensa ini yang bermula di 12mm (atau setara dengan 18mm) memang tidak akan memenangkan rekor sebagai lensa paling lebar, kita tahu bahwa perbedaan 1mm dalam fotografi landscape mungkin cukup berarti, sehingga boleh jadi ada yang urung membeli lensa ini karena fokal terlebarnya hanya 12mm. Tapi fokal lensa ini berakhir cukup jauh di 24mm (atau setara dengan 35mm) yang mulai masuk ke teritori fokal lensa normal. Artinya meski tidak sangat wide, lensa ini lebih fleksibel karena bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan dari landscape, interior hingga street fotografi. Sebagai komparasi, memakai lensa Tokina 12-24mm di kamera Nikon DX ini hampir sama dengan memakai lensa Nikon AF-S 16-35mm f/4 di kamera Nikon FX, tapi lensa AF-S 16-35mm f/4 harganya 12 juta rupiah !! Perbedaan hasil foto antara zoom out hingga zoom in memang bisa dirasakan bedanya tapi tidak begitu banyak, berbeda dengan perubahan perspektif yang dirasakan bila memakai lensa zoom yang bisa berubah fokal dari wide ke telefoto.

Pengujian

Kami menguji lensa Tokina 12-24mm f/4 for Nikon generasi kedua yang bisa auto fokus dengan DSLR Nikon pemula mulai dari D40, D60, D3000 dan D5000. Pengujian ini kami lakukan dengan kamera DSLR Nikon D5100. Dari pengujian yang kami lakukan terhadap lensa ini, tampak kalau hasil foto memiliki ketajaman yang amat baik, bahkan saat memakai bukaan maksimal f/4. Ketajaman terbaik didapat di f/8 dimana area tengah dan tepi sama-sama tajam. Pada f/16 ketajaman berkurang secara signifikan.

Foto berikut ini diambil dengan tiga macam bukaan yaitu f/4 (maksimal), f/8 (sedang) dan f/16 (kecil) :

asli

Crop untuk bukaan f/4 :

Crop untuk bukaan f/8 :

Crop untuk bukaan f/16 :

Lensa ini juga tetap tajam baik di posisi 12mm maupun di 24mm, sebuah apresiasi yang patut diberikan untuk produsen lensa dari Jepang ini. Di posisi 12mm distorsi optik (cembung) terlihat di bagian tepi, lalu distorsi semakin berkurang bila lensa di zoom menjauhi fokal 12mm. Karena lensa wide memiliki angle of view yang lebar, maka perspektif yang dihasilkan juga berbeda dengan lensa standar. Seperti lensa wide pada umumnya, obyek yang berada dekat dengan lensa akan mengalami distorsi secara perspektif sehingga tampak miring. Tapi karena lensa ini mampu mencapai fokal 24mm (setara 35mm di kamera film) maka boleh juga memanfaatkan lensa ini untuk membuat foto potret dengan memakai fokal 24mm karena distorsinya sudah banyak berkurang.

Zoom wide 12mm :

Zoom in ke 24mm :

Distorsi di 12mm yang masih terjaga dengan baik :

Performa bokeh atau out of focus dari lensa ini tergolong biasa-biasa saja. Bokeh akan didapat maksimal bila memakai bukaan f/4 dan obyek yang difoto sangat dekat dengan lensa, sedangkan latar belakang berada jauh di belakang obyek. Pemakaian lensa wide biasanya cenderung lebih ke DOF lebar untuk arsitektur maupun landscape. Kalaupun mau memakai lensa ini untuk potret mesti di fokal 24mm, seperti contoh foto ini (foto ini memakai fokal 24mm dan f/8 sehingga background terlihat cukup jelas) :

Kesimpulannya, lensa Tokina 12-24mm f/4 ini merupakan lensa alternatif yang sanggup bersaing dengan lensa merk Canon atau Nikon. Build quality yang diatas rata-rata, performa optik yang amat baik, bukaan konstan f/4 yang terkesan profesional, serta harganya yang terjangkau membuat lensa ini semestinya bisa jadi favorit para fotografer landscape dan interior, asal tidak membutuhkan fokal yang lebih wide dari 12mm. Kekurangan lensa ini bisa dibilang tidak ada yang signifikan, hanya seperti flare minimal, sedikit purple fringe dan sedikit distorsi. Kalaupun ada kekurangan dalam hal desain hanyalah yang sifatnya harapan (wish list) dari kami, yaitu andai lensa ini bisa mencapai fokal 10-24mm seperti lensa Tamron, dan andai lensa ini bisa membuka sedikit lebih besar seperti pada lensa Sigma 10-20mm f/3.5.

Terima kasih kepada : tokocamzone (untuk diskonnya… )

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Lensa wide cepat baru dari Tokina 16-28mm f/2.8

Seperti yang sudah diumumkan pada ajang PMA 2010, Tokina akhirnya meluncurkan satu lensa wide kelas profesional yaitu AT-X 16-28 f/2.8 PRO FX. Lensa seharga 14 juta ini dibuat dengan dua macam mount yaitu untuk Canon dan Nikon, dan tentunya sudah bisa digunakan di DSLR full frame. Lensa bukaan cepat dengan aperture konstan f/2.8 ini berukuran cukup besar, tahan cuaca berkat seal khusus, namun tidak mendukung pemasangan filter apapun.

Tokina 16-28mm f/2.8
Tokina 16-28mm f/2.8

Satu hal yang paling menarik dari kehadiran lensa ini adalah diperkenalkannya teknologi motor fokus di dalam lensa yang diberi nama SD-M (Silent Drive – Module). Artinya, terdapat motor auto fokus pada lensa Tokina ini dan mungkin di lensa Tokina lainnya di masa depan. Pemilik Nikon D40-D5000 tentu antusias akan kabar ini setelah produsen lensa lainnya, Sigma sudah bertahun-tahun lalu memperkenalkan motor fokus berkode HSM (Hyper Sonic Motor) pada beberapa produknya.

Pemilik kamera DSLR sensor crop atau APS-C lebih baik tetap memilih lensa Tokina 11-16mm f/2.8 untuk urusan fotografi wideangle-nya, karena selain dijual dengan harga setengah dari Tokina 16-28mm f/2.8 juga karena lensa 16-28mm ini akan punya fokal yang agak tanggung bila mengalami crop factor sensor APS-C yaitu setara dengan 24-42mm yang meski masih punya rentang fokal yang efektif namun sudah tidak terlalu wide lagi. Tokina 16-28mm f/2.8 ini bagi pemilik DSLR full frame bisa jadi alternatif lebih terjangkau daripada lensa profesional sekelas Nikon 14-24mm f/2.8 misalnya, atau bagi pemilik DSLR APS-C juga bisa jadi alternatif lebih cepat daripada lensa 16-35mm f/4 misalnya.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Review : Lensa Tokina 11-16mm f/2.8 AT-X

Kali ini kami sajikan review lensa Tokina yang populer di kalangan fotografer yaitu Tokina SD 11-16mm f/2.8 (IF) DX AT-X. Dari rentang fokalnya kita bisa simpulkan kalau lensa ini termasuk ke dalam kelas lensa ultra wideangle dimana fokalnya bermula dari 11mm dan berakhir di 16mm. Simak bagaimana kesan kami terhadap lensa ini, beserta hasil pengujian yang kami lakukan lengkap dengan contoh fotonya.

tokina-d40a

Ditinjau dari segi harga, Tokina 11-16mm ini tergolong sangat terjangkau untuk ukuran lensa wide. Dengan kisaran harga 6,5 juta lensa ini jauh lebih murah bila dibanding lensa wide dari Canon ataupun Nikon. Selain itu, lensa ini juga dikagumi karena memiliki bukaan aperture konstan f/2.8 yang besar dan bisa diandalkan di saat dipakai di tempat kurang cahaya. Lensa ini juga memiliki rancang bangun yang solid, dengan mount logam yang kokoh, bodi yang tidak terkesan murahan serta adanya distance scale window yang sangat bermanfaat. Dalam paket penjualannya disediakan sebuah lens hood untuk mencegah flare akibat sinar dari samping yang masuk ke lensa.

Lensa, hood dan box
Lensa, hood dan box

Berikut spesifikasi lensa Tokina 11-16mm f/2.8 :

  • rentang fokal : 11-16mm (setara dengan 16-24mm pada sensor APS-C)
  • bukaan maksimal : f/2.8 (pada seluruh panjang fokal)
  • bukaan minimaal : f/22
  • jumlah blade diafragma : 9 blade
  • optik : 13 elemen dalam 11 grup
  • fokus terdekat : 30 cm (1 : 11.6 rasio reproduksi maksimum)
  • diameter filter : 77 mm

Adapun arti dari kode-kode pada lensa Tokina 11-16mm ini diantaranya :

  • AT-X : Advanced Technology – Extra (lensa terbaik dari Tokina)
  • SD : elemen lensa Super Low Dispersion untuk ketajaman ekstra
  • IF : Internal Focusing, elemen lensa fokus yang berputar di dalam
  • DX : didesain untuk sensor APS-C, tidak untuk DSLR full frame

Lensa Tokina 11-16mm memiliki rancang bangun dan material bodi yang baik, jauh dari kesan murahan. Putaran zoom terasa mantap meski hanya sedikit (karena rentang 11-16mm cukup pendek). Tidak ada bagian lensa yang bergerak maju mundur saat lensa di zoom. Ada satu hal yang unik dari beberapa lensa Tokina (termasuk lensa ini), yaitu bila pada umumnya selektor auto fokus di lensa lain memakai tuas, di lensa ini justru dengan menggeser ring manual fokus pada bagian depan lensa. Artinya bila ingin beralih dari auto fokus ke manual fokus, cukup geser ring manual fokus ke arah dalam. Praktis dan cepat, tak perlu lagi mencari letak tuas dan menggesernya. Lensa ini terasa berat, lebih dari setengah kilogram, salah satunya karena digunakannya mount berbahan logam yang lebih berat dari plastik.

tokina-scale

Posisi fokal lensa Tokina ini bermula di 11mm (atau setara dengan 16mm) dan berakhir di 16mm (atau setara dengan 24mm). Memang bukan rentang yang panjang untuk sebuah lensa zoom, perbedaan hasil foto antara zoom out hingga zoom in pun tak begitu terasa. Bila ingin memakai manual fokus di lensa ini amat mudah, karena sudah tersedia indikator jarak fokus di lensanya. Lensa ini bisa diset manual fokus mulai jarak 30cm hingga infinity, akan lebih mudah bila di kamera terdapat indikator fokus (berupa lampu hijau yang menyala saat didapat fokus terbaik).

Dari pengujian yang kami lakukan terhadap lensa ini, tampak kalau hasil foto memiliki ketajaman yang amat baik, bahkan saat memakai bukaan maksimal f/2.8. Warna dan kontras tampak natural serta distorsi optik (cembung) dapat terjaga dengan baik, dalam arti garis tegas masih tetap dijaga supaya lurus. Karena lensa wide memiliki angle of view yang lebar, maka perspektif yang dihasilkan juga berbeda dengan lensa standar. Seperti lensa wide pada umumnya, obyek yang berada dekat dengan lensa akan mengalami  distorsi secara perspektif sehingga tampak miring. Oleh karenanya lensa wide memang tidak untuk dipakai foto potret wajah.

Indoor shot
Indoor shot

Performa bokeh atau out of focus dari lensa ini tergolong standar. Pemakaian lensa wide memang cenderung lebih ke DOF lebar untuk arsitektur maupun landscape. Namun berhubung lensa ini punya bukaan besar f/2.8 maka kami pun mencoba bagaimana bokeh yang bisa dihasilkan lensa ini pada bukaan terbesarnya.

Bokeh pada f/2.8
Bokeh pada f/2.8

Zoom wide
Zoom wide

Zoom in
Zoom in

Salah satu masalah umum lensa adalah purple fringing yang muncul di area dengan kontras tinggi. Lensa Tokina inipun tak lepas dari masalah fringing seperti tampak pada contoh di bawah ini.

Purple Fringing
Purple Fringing

Kesimpulannya, lensa Tokina 11-16mm f/2.8 ini merupakan lensa alternatif yang sanggup bersaing dengan lensa merk Canon atau Nikon. Build quality yang diatas rata-rata, performa optik yang amat baik, bukaan konstan f/2.8 yang membuatnya bisa diandalkan saat low light, serta harganya yang terjangkau membuat lensa ini jadi favorit para fotografer landscape dan interior.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Lensa Tokina 16.5-135mm f/3.5-5.6 DX

Pemakai DSLR Nikon dan Canon punya satu lagi alternatif lensa all around yang terjangkau. Tokina baru saja mengumumkan kehadiran lensa baru dengan nama Tokina 16.5-135mm f/3.5-5.6 DX yang khusus didesain untuk kamera bersensor APS-C. Pada DSLR Nikon DX, fokal lensa ini akan setara dengan 25-200mm sehingga mencukupi untuk keperluan wideangle hingga medium tele.

Tokina 16.5-135mm DX
Tokina 16.5-135mm DX

Yang unik dari lensa baru ini adalah rentang wide nya yang tidak umum di 16.5mm (seperti lensa Nikon AF-S 16-85mm) yang bisa memberi fokal efektif 25mm di kamera Nikon DX (atau 26.4mm di Canon APS-C). Dengan kemampuan zoom 8x optikal, lensa ini mampu mencapai area medium tele di 135mm (setara dengan 200mm) sehingga cocok menjadi lensa untuk travelling.

Lensa dengan diameter filter 77mm ini tampak kecil bila dibanding dengan kemampuan fokalnya, mungkin karena tidak ada komponen motor fokus ataupun sistem stabilizer di dalam lensa ini. Nyatanya, hingga detik ini belum ada satupun lensa Tokina yang dilengkapi dengan motor fokus ataupun stabilizer, padahal Sigma dan Tamron sudah mulai melakukan hal ini.

Belum ada informasi mengenai kualitas hasil foto dari lensa ini, namun secara optik lensa yang memiliki 15 elemen dalam 9 grup ini cukup menjanjikan dengan 9 blade diafragma, 3 lensa aspherikal dan 2 elemen lensa Super Low Dispersion (SLD). Lensa ini pun diklaim bebas dari zoom creep berkat desain baru dalam desain mekanisnya.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..