Jadikan flash anda sebagai lampu studio instan

Modal cuma punya lampu kilat tapi ingin punya hasil foto layaknya studio foto? Tak perlu pusing membayangkan biaya investasi peralatan studio lighting yang mahal, cukup tambahkan aksesori untuk lampu kilat ini yang bisa membuat kita serasa memiliki peralatan studio lighting instan. Adalah Tronic, produsen aksesori fotografi studio, yang menghadirkan satu tas berisi aksesori flash mungil namun isinya cukup lengkap. Tertarik ingin tahu apa saja isinya? Simak selengkapnya tulisan ini.

barndoorKeuntungan memotret di studio adalah adanya keleluasaan sang fotografer studio untuk mengatur lighting sesuai keinginan. Pengaturan ini memerlukan bermacam aksesori yang tentunya akan memberikan hasil yang juga berbeda. Setidaknya ada empat dasar pengaturan lampu di studio yang umum digunakan yaitu Softbox (untuk melembutkan cahaya), Barndoor (untuk membentuk cahaya) dan Honey Comb (untuk mengatur sebaran cahaya). Ide dari aksesori Tronic kali ini adalah bagaimana menjadikan lampu kilat eksternal bisa dimanfaatkan sebagai sumber cahaya yang bisa diatur layaknya lampu di dalam studio.

 

tronic-studio

 Nah, produk Tronic Accesories Kit seharga kurang dari 600 ribu ini rasanya sudah bisa mewakili kebutuhan diatas dengan memberikan empat fungsi dasar dalam satu kemasan tas yang mungil. Di dalam paket penjualannya bisa didapatkan :

  • sebuah Honey Comb
  • sebuah Softbox ukuran 16 x 22 cm (perlu dirakit dulu sebentar)
  • satu set Color Mask (6 warna)
  • sebuah Barndoor berbahan logam (4 leaf)
  • sebuah Carry Bag elegan berwarna hitam

Satu hal penting yang perlu diketahui, untuk bisa memasang seluruh aksesori diatas pada lampu kilat eksternal, anda diharuskan memiliki adapter seperti gambar berikut ini :

flash-adapter

Bila paket dasar ini dirasa kurang memenuhi kebutuhan fotografi anda, tersedia juga paket yang lebih lengkap plus reflektor mini, snoot dan diffuser berbentuk bola.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Bermacam produk off-shoe untuk pecinta strobist

Komunitas pecinta fotografi strobist saat ini sudah semakin banyak. Kepuasan menghasilkan foto dengan teknik pencahayaan yang diatur sedemikian rupa itu ternyata membuat banyak orang terus ingin berkreasi memotret dengan lampu kilat. Foto yang dibuat dengan teknik ini mampu memberi kesan profesional, berkarakter, berdimensi dan unik. Jangan sangka untuk menggeluti hobi ini kita harus merogoh kocek amat dalam, karena ternyata gear yang diperlukan harganya cukup terjangkau.

Inti dari teknik strobist adalah memotret dengan lampu kilat yang terpisah dari kamera (off-shoe). Lampu kilat ini diatur di posisi tertentu sehingga akan memberi hasil yang berbeda dibanding lampu kilat terpasang di hot-shoe. Bagi yang perlu hasil lebih profesional, bisa digunakan lebih dari satu lampu yang menyala bersamaan. Antara kamera dan lampu kilat perlu adanya sinkronisasi sehingga timingnya tepat.

Cara yang umum dipakai untuk men-trigger lampu kilat yang terpisah dari kamera yaitu :

  • memakai kabel
  • memakai sensor cahaya (mata kucing)
  • memakai gelombang infra-red (IR)
  • memakai gelombang radio (RF)

Kabel flash
Kabel flash

Cara apa yang dipilih tentu tergantung pada kebutuhan dan dana yang ada. Kabel lebih kepada kemudahan pemakaian namun terbatas penempatan dan jumlah lampu yang bisa di-trigger. Mata kucing juga praktis meski di siang hari jadi kurang sensitif. Sistem infra merah sudah jarang dipakai karena repot, antara kamera dan lampu harus segaris, tidak boleh terhalang. Metoda RF dianggap sebagai metode off-shoe yang terbaik meski juga yang termahal. Lampu kilat kelas atas umumnya sudah memiliki pemancar RF terintegrasi sehingga bisa bermain wireless trigger dengan puas.

RF transmit receive unit

Yongnuo CTR-301P RF trigger
Yongnuo CTR-301P RF trigger

Bila anda hanya memiliki lampu kilat biasa (tanpa kemampuan wireless) maka anda perlu memiliki satu set pemancar-penerima sinyal yang dipasang apda hot-shoe kamera dan pada lampu kilat. Merk yang umum dipakai diantaranya Pocket Wizard, PT-04 dan Yongnuo CTR-301P. Perhatikan kalau tidak semua merk lampu kilat kompatibel dengan merk pemancar ini, untuk itu tanyakan pada penjual sebelum membeli.

Lampu kilat eksternal

Yongnuo YN460
Yongnuo YN460

Sebagai sumber cahaya utama kebutuhan strobist, tentulah yang dibutuhkan adalah lampu kilat (eksternal). Karena digunakan dalam kondisi terpisah dari kamera, maka pada dasarnya merk apa pun tidak masalah. Tidak ada resiko perbedaan tegangan yang berbahaya buat kamera karena lampu kilat ini tidak dipasang langsung pada kamera. Namun dengan memakai lampu kilat semerk dan ditrigger dengan commander yang sesuai, maka fungsi TTL bisa dinikmati secara off-shoe.

Anggaplah anda sudah cukup puas dengan pengaturan intensitas daya lampu secara manual (non TTL), maka beberapa merk lampu kilat ekonomis ini bisa saja dipakai untuk berkreasi secara off-shoe :

  • Nissin : Di466, Di 622 dsb
  • Tronic : TR 20, TR 26, TR 28, CN 505
  • Yongnuo : YN 460 dan YN 462
  • Merk lain seperti Metz, Vivitar, Sunpak dll

Aksesori lain yang perlu dimiliki untuk mendukung hobi ini diantaranya baterai AA atau NiNH dalam jumlah cukup banyak, kaki lampu kilat dan bila perlu tiang penyangga lampu atau tripod.

So, berkreasi dengan strobist? Mengapa tidak?

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Tronic DV35, aksesori video light untuk kamera digital

Kendala utama yang dihadapi saat membuat klip video di dalam ruangan adalah sulitnya mendapatkan cahaya yang cukup. Kamera digital yang bisa berfungsi ganda menjadi perekam klip video umumnya tidak dilengkapi dengan lampu khusus video sehingga tidak berkutik saat dipakai di tempat gelap. Hal ini berbeda dengan camcorder khusus yang memang didesain untuk bisa merekam di dalam ruangan, karena telah memiliki lampu video terintegrasi. Untuk itulah aksesori lampu video menjadi hal yang perlu saat kita sering merekam video di tempat kurang cahaya dengan memakai kamera digital.

Tronic DV35
Tronic DV35

Salah satu merk video light yang bisa dicoba untuk keperluan merekam video dalam kondisi kurang cahaya adalah Tronic DV35. Sumber cahaya Tronic DV35 ini memakai lampu LED yang hemat daya sehingga cukup ditenagai dengan dua buah baterai AA. Tapi soal intensitas cahaya jangan diragukan, karena LED berwarna putih sebanyak 35 buah yang tersusun atas matriks 5 x 7 ini mampu menyala dengan intensitas hingga 140 Cd (temperatur warna 5000-6000 K) dan sanggup menerangi objek berjarak hingga 5 meter di depan. Tronic DV35 ini bisa dipasang di kamera digital mulai dari DSLR, prosumer hingga kamera saku yang memiliki flash hot shoe sehingga Tronic DV35 ini  terpasang layaknya lampu kilat eksternal. Namun bila ingin dipasang pada kamera saku yang tidak memiliki flash hot shoe, tersedia bracket yang bisa dipasang di soket tripod di bawah kamera. Bracket ini tersedia jadi satu dalam paket penjualan. Menariknya, desain seperti ini mengingatkan kita pada lampu kilat eksternal dengan merk yang sama, yaitu Tronic S1900. Bracket yang mengunci ke soket tripod ini membuatnya bisa dipakai juga pada semua camcorder yang punya soket tripod di bagian bawahnya.

Bagi anda yang sedang mencari lampu video, merk ini tampaknya bisa jadi alternatif ekonomis, apalagi penggunaan LED membuat konsumsi daya Tronic DV35 ini cukup rendah dan lampunya pun awet. Di pasaran, Tronic DV35 dijual di kisaran harga 400 ribu rupiah. Berminat?

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..