Olympus XZ-1, kamera saku serius dengan lensa f/1.8

Tahun 2011 belum genap seminggu, tapi di ajang CES 2011 telah diperkenalkan lebih dari 42 kamera baru yang sebagian diantaranya cukup fenomenal, seperti produk yang bernama Olympus XZ-1 yang belum lama ini diluncurkan. Inilah kamera saku dengan fitur kelas atas, dibuat untuk mereka yang serius dalam fotografi dan mencari kamera saku tanpa kompromi akan kualitas. Selling point utama Olympus XZ-1 adalah digunakannya lensa Zuiko f/1.8 yang amat bermanfaat untuk kondisi low light maupun untuk fotografi cepat, meski untuk itu harus ditebus dengan harga jualnya yang mencapai lima juta rupiah !

olympus-zx-1

olympus-zx-1b

olympus-zx-1c

Tak dipungkiri hadirnya Olympus XZ-1 adalah jawaban untuk Lumix LX5 maupun Canon S95, dan satu lagi kamera berlensa f/1.8 yaitu Samsung TL500, kesemuanya adalah kamera saku serius yang diincar para profesional. Bahkan Olympus XZ-1 yang nota bene hadir paling belakangan, berhasil meramu semua keunggulan dari para pesaing, seperti lensa f/1.8 dari Samsung dan ring multifungsi pada lensa seperti Canon S95. Bahkan Olympus XZ-1 bersaing langsung dengan Lumix LX5 dan dalam banyak aspek memiliki kesamaan fitur dan kinerja.

Tak sabar mengetahui apa saja keunggulan XZ-1? Inilah dia hal-hal yang akan membuat anda kagum :

  • lensa i.Zuiko dengan rentang 28-112mm atau 4x zoom, sangat efektif dalam rentang fokal, bahkan di posisi tele mengalahkan Lumix LX-5 (90mm), Canon S95 (105mm) dan Samsung TL500 (72mm)
  • lensa dengan bukaan terbesar yaitu f/1.8, setara dengan Samsung TL500, lebih besar dari Lumix LX-5 maupun Canon S95 yang ‘hanya’ mampu membuka f/2.0
  • bukaan terbesar saat di zoom maksimal dalah f/2.5 yang masih lebih besar dari Lumix LX-5 (f/3.3) apalagi Canon S95 (f/4.9)
  • Sensor CCD beresolusi 10 MP dengan ukuran 1/1.63 inci yang setara dengan Lumix LX-5, agak lebih besar dari kamera saku kebanyakan yang umumnya antara 1/1.7 inci hingga 1/2.5 inci
  • berbagai pilihan aspek rasio seperti 1:1, 3:2, 4:3 hingga 16:9
  • mode manual P/A/S/M dengan rentang kecepatan shutter 60 – 1/2000 detik
  • kendali putar di depan (ring lensa) yang berfungsi untuk mengatur berbagai pengaturan seperti shutter, aperture, ISO dan manual fokus
  • prosesor TruPicV yang sama seperti kamera Olympus PEN untuk kinerja cepat
  • layar OLED resolusi VGA, diagonal 3 inci dengan 621 ribu piksel (layar OLED punya gamut warna yang lebih baik dari LCD dan juga sudut pandangnya lebih lebar)
  • ISO 100 hingga ISO 6400 (ada AUTO ISO 100-800)
  • HD movie 720p, 30 fps format MJPEG
  • RAW file format, dan konversi RAW pada kamera
  • TTL flash hot shoe untuk flash Olympus (FL-50R, FL-36R, FL-50, FL-36, FL-14), bahkan bisa wireless flash
  • CCD shift image stabilizer
  • filter Neutral Density built-in
Olympus C2040
Olympus C-2040 (2001)

Oke, untuk ukuran kamera saku, Olympus XZ-1 memang terlalu besar, dan juga terlalu mahal. Anda bisa mendapat kamera lain yang lebih mungil atau bahkan bisa membeli kamera DSLR yang lebih murah dari XZ-1 ini. Tapi inilah era kebangkitan Olympus setelah sepuluh tahun tidak lagi memiliki kamera saku unggulan (terakhir Olympus meluncurkan kamera saku C-2040 dengan f/1.8 seharga 10 jutaan di tahun 2001). Produsen lain sudah lebih dulu mengisi segmen kamera saku kelas atas dengan produk unggulannya, dengan ciri lensa cepat, fitur lengkap dan harga yang mahal, seperti Lumix LX5, Canon S95 dan Samsung TL500. Bahkan Nikon dikabarkan juga akan meluncurkan produk serupa di tahun ini, tentu kabar ini akan membawa angin segar karena kompetisi di kelas ini lebih efektif daripada sekedar berlomba kemampuan zoom atau mega piksel semata.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Olympus E-P1 : kualitas DSLR dalam genggaman

Pada saat format Micro 4/3 diperkenalkan pada publik, Olympus sempat memamerkan protoype kamera saku yang lensanya bisa dilepas. Kini, Olympus memenuhi janjinya untuk menghadirkan kamera tersebut yang bernama Olympus E-P1, dengan inspirasi desain dari kamera lama (Olympus Pen series), sensor Four Thirds 12 MP (crop factor 2x) dan format Micro 4/3.

digital-pen

Olympus jadi produsen kedua setelah Panasonic yang meluncurkan kamera berformat Micro 4/3, meski Panasonic (dengan produknya Lumix G1/GH1) menyasar desain prosumer/SLR like, dan Olympus menyasar desain retro/pocket/rangefinder style. Tanpa lensa terpasang, bodi E-P1 ini dengan mudah bisa diselipkan di saku baju atau celana. Dengan adapter khusus, semua lensa Four Thirds bisa dipasang di kamera E-P1 ini meski sulit untuk membayangkan bila bodi mungil E-P1 ini dipasangi lensa tele Zuiko, misalnya.

Sesuai siaran persnya, inilah headline dari E-P1 :

  • Superior DSLR Image Quality
  • In-body Image Stabilization
  • Amazing 3-inch LCD
  • Proven Dust Reduction System
  • 12 megapixels with next-generation TruePic™ V
  • HD video with high-quality stereo audio
  • In-camera creative features (for still images and video)
  • Multiple exposures
  • Multi-aspect shooting
  • Multimedia slideshows
  • Digital leveler
  • Magnified focus assist
  • 18×18 metering modes
  • Small accessories for small camera

dan berikut adalah spesifikasi dasarnya :

  • 12.3 MP Live MOS sensor
  • Retro-styled metal body
  • Micro Four Thirds lens mount, dengan 2Xcrop factor
  • Sensor-shift image stabilization
  • TruePic V
  • Anti debu
  • LCD ukuran 3inci LCD dengan 230 ribu piksel
  • Live view dengan contrast detect AF, face detection, dan fitur Perfect Shot Preview
  • Kendali manual yang lengkap, plus iAuto mode dengan automatic scene selection
  • Sistem metering 324-area
  • Scene modes plus art filter dan fitur multiple exposure
  • HD video 1280 x 720 (30 fps) dengan suara stereo
  • SD/SDHC memory card slot (goodbye xD card….)
  • HDMI port
  • BLS-1 lithium-ion battery (300 shot)
  • harga bodi only $750; body plus lensa 14 – 42 mm  $800; body plus lensa pancake 17 mm dan viewfinder eksternal $900

So, tipe pembeli seperti apa yang diharapkan oleh Olympus dari produk baru ini? Tentu adalah mereka yang tidak ingin ribet membawa kamera besar dan berat namun tetap ingin kamera bersensor DSLR, mereka yang ingin memakai kamera yang memiliki lensa khusus untuk keperluan foto yang berbeda-beda, mereka yang mencari kamera all-in-one dengan spesifikasi lengkap baik untuk foto dan video, serta mereka yang mencari kinerja dan fitur berlimpah dari sebuah kamera.

Bagi anda yang sering memotret tempat wisata di jogja memakai flash on-board, atau yang berbiasa melihat viewfinder optik, terpaksa harus gigit jari karena keduanya absen di kamera ini. Sebagai gantinya, tersedia flash eksternal dan juga viewfinder optik (fixed) eksternal. Anda pemakai DSLR juga mungkin akan harus membiasakan memakai contrast-detect AF saat memakai kamera ini. Namun terlepas dari dua kendala di atas, kamera E-P1 ini sudah seperti kamera ideal yang berukuran kecil, sensor besar dan lensanya pun bisa diganti-ganti.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..