Cara Membaca Spesifikasi Lensa Kamera

Begini Cara Membaca Spesifikasi Lensa Kamera DSLR Dan Mirrorless

Posted on

Membaca spesifikasi lensa kamera DSLR atau kamera mirrorless. Bisa jadi bikin sebagian orang kebingungan, karena istilah dan angka-angka yang tidak familiar. Padahal supaya lensa bisa memberi hasil yang optimal kita perlu tahu kelebihan dan kekurangannya. Untuk memastikan tidak salah beli, kami akan menjelaskan cara membaca spesifikasi lensa kamera supaya makin paham, yuk disimak.

Cara Membaca Spesifikasi Lensa Kamera

Cara Membaca Spesifikasi Lensa Kamera

Nikon AF-S 35mm f/1.8 G

Nikon meluncurkan sebuah lensa bernama AF-S 35mm f/1.8G dengan spesifikasi sebagai berikut :

Lens type : Prime lens

Max Format size : 35mm FF

Focal length : 35 mm

Image stabilisation : No

Lens mount : Nikon F (FX)

Maximum aperture : F1.8

Minimum aperture : F16.0

Aperture ring : No

Number of diaphragm blades : 7

Aperture notes : rounded

Elements : 11 Groups 8

Special elements / coatings : 1 ED glass element, 1 aspheric element

Minimum focus : 0.25 m

Autofocus : Yes

Motor type : Ring-type ultrasonic

Full time manual : Yes

Distance scale : Yes

DoF scale : Yes

Weight : 305 g

Diameter : 72 mm

Length : 72 mm

Filter thread : 58 mm

Hood supplied : Yes

Hood product code : HB-70

Tripod collar : No

Penjelasan

Nah bagi anda yang masih awam soal lensa mungkin akan kesulitan untuk memahami makna istilah dan angka-angka di spesifikasi diatas. Kita akan coba ulas sebagian, kami pilihkan yang pentingnya saja.

Tipe lensa : prime
prime artinya lensa fix, tidak bisa dizoom, misal fix 35mm, fix 50mm, fix 85mm dsb.

Focal length : 35mm
Angka 35mm berkaitan dengan panjang fokal lensa dalam milimeter, menentukan bidang gambar yang akan terbentuk (wide atau tele), untuk lensa zoom angka focal length akan ditampilkan dari fokal terdekat hingga terjauh, misal 18-55mm, 70-300mm dan sebagainya.

Lens mount : Nikon F
lensa ini hanya bisa dipasang di kamera Nikon dengan F-mount, tidak bisa dipasang di kamera selain Nikon (kecuali dengan menambah adapter), untuk yang pakai kamera Canon namanya EF mount, Sony itu A mount, Pentax pakai K mount dsb.

Max aperture : F1,8
menunjukkan bukaan diafragma terbesar yang lesa ini bisa capai (berkaitan dengan banyaknya cahaya yang bisa masuk ke kamera, supaya foto bisa lebih terang), jangan harap lensa ini bisa membuka ke F1.4 demikian juga yang punya lensa dengan bukaan maksimum F3,5 jangan berharap lensanya bisa membuka sampai F2,8 dong.

Min aperture : F16
menunjukkan bukaan minimum, lensa ini hanya bisa sampai F16 dan tidak bisa mengecil sampai F22 seperti lensa lain, tapi dalam banyak pemakaian F16 sudah dirasa cukup.

Aperture ring : 7
artinya desain aperture di lensa ini dibentuk dari 7 bilah diafragma, lensa itu biasanya tersusun antara 5-9 bilah diafragma, semakin banyak maka bentuk bokehnya akan semakin bulat.

Minimum focus : 0.25m
artinya lensa ini baru bisa fokus kalau objeknya paling tidak berjarak 25cm dari focal plane (dari sensor kamera) atau kira-kira 20cm dari ujung lensa.

Distance scale : Yes
artinya di lensa ini ada jendela penunjuk jarak fokus, berguna untuk manual fokus maupun bila kita ingin tahu berapa jauh jarak obyek yang difoto (dalam meter), angka yang tertulis berkisar dari jarak minimum hingga infinity (tak terhingga).

Filter thread : 58mm
ini menunjukkan diameter lensa secara fisik, berkaitan dengan ukuran filter yang akan dipasang, biasanya dari 52mm, 58mm, 62mm, 67mm, 72mm, 77mm dan 82mm, makin besar diameternya maka harga filternya akan makin mahal

Tripod collar : no
lensa yang diberi tripod collar biasanya lensa yang besar dan berat, jadi tripod atau monopod bisa dipasang di lensa (bukan di bodi) supaya lebih seimbang dan tidak resiko jatuh ke depan (untuk tripod)

Di lensa lain ada juga istilah dan spesifikasi yang bisa membuat bingung seperti :

Reproduction ratio : antara 1:1 hingga bervariasi, misal 1:2, 1:4 dsb menunjukkan kemampuan makro lensa, untuk makro idealnya 1:1 tapi kalau lensa yang bisa 1:2 sudah bagus juga untuk belajar makro.

IS/OS/VR menyatakan fitur peredam getar di lensa, fitur ini bisa dimatikan saat di tripod, atau saat pakai shutter speed tinggi, atau untuk menghemat baterai kamera.

Focus limit : membatasi jarak fokus lensa, dipilih sesuai kondisi supaya kamera bisa memfokus lebih cepat (fitur ini hanya ada di beberapa lensa khusus) kode-kode lensa APS-C seperti Canon EF-S, Nikon DX, Sigma DC itu artinya lensa khusus kamera sensor APS-C, tidak untuk dipakai di full frame.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

One thought on “Begini Cara Membaca Spesifikasi Lensa Kamera DSLR Dan Mirrorless

  1. Koh mau nanya lensa canon 50mm f 1.8 cocok gak untuk street photography? Kameranya saya pakai Canon EOS 200D II

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *